Komdigi Siapkan Jaringan Mudik Lebaran, Trafik Diprediksi Naik 40 persen

Komdigi Siapkan Jaringan Mudik Lebaran, Trafik Diprediksi Naik 40 persen
Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital, Ismail, mengatakan pemerintah bersama operator telekomunikasi telah menyiapkan berbagai skenario untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan komunikasi yang stabil selama masa mudik.
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO- Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menjaga kualitas layanan telekomunikasi selama periode mudik Ramadan dan Idul Fitri 1447 H atau Lebaran 2026.

Antisipasi ini dilakukan karena diperkirakan terjadi lonjakan trafik komunikasi yang cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital, Ismail, mengatakan pemerintah bersama operator telekomunikasi telah menyiapkan berbagai skenario untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan komunikasi yang stabil selama masa mudik.

Baca Juga:Prabowo Bahas Dampak Konflik Timur Tengah pada Ekonomi RI, Pastikan Swasembada DipercepatBGN Hentikan Sementara SPPG Pamekasan Usai Temuan Lele Mentah di Menu MBG

Kementerian Komdigi bersama operator besar di Indonesia seperti Telkom Indonesia, Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XL Smart memiliki komitmen kuat untuk melayani masyarakat dengan baik pada masa mudik Ramadan dan Idul Fitri tahun ini,” ujar Ismail, di Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.

Ismail, trafik komunikasi pada Lebaran 2026 diperkirakan meningkat cukup tinggi, bahkan berpotensi melonjak hingga 30–40 persen dibandingkan periode normal.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, operator seluler telah menyiapkan berbagai langkah teknis, termasuk penambahan kapasitas jaringan di sejumlah titik yang diprediksi menjadi pusat keramaian atau crowd area.

Selain itu, Balai Monitoring Komdigi kami juga akan melakukan pengawasan ketat terhadap penggunaan spektrum frekuensi radio.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh layanan yang memanfaatkan frekuensi radio, seperti komunikasi seluler, penerbangan, hingga sektor maritim, dapat berjalan dengan baik tanpa gangguan.

Meski jaringan 5G terus diperluas dan kapasitasnya meningkat dari tahun ke tahun, jaringan 4G tetap menjadi tulang punggung layanan telekomunikasi nasional.

Coverage area 5G terus bertambah dari bulan ke bulan.

Namun 4G tetap menjadi baseline jaringan yang terus berjalan dan tidak dimatikan,” jelasnya.

Baca Juga:Puluhan Ribu Jamaah Umrah RI Tertahan di Arab Saudi, Pemerintah Perpanjang VisaBantu Pemudik Blokir ATM Hilang, Polda Jabar Siapkan Layanan Siber Saat Operasi Ketupat Lodaya 2026

Selain mengantisipasi lonjakan trafik, pemerintah juga menyiapkan skenario darurat jika terjadi gangguan seperti bencana alam.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah ketersediaan pasokan listrik untuk menjaga operasional jaringan telekomunikasi tetap berjalan.

Komdigi juga terus mengembangkan sistem peringatan dini bencana melalui siaran televisi digital, serta menyiapkan pengembangan sistem peringatan langsung ke perangkat seluler agar masyarakat dapat menerima informasi darurat secara lebih cepat di masa mendatang,”pungkasnya.

0 Komentar