PASUNDANEKSPRES.CO- Kebakaran hebat yang terjadi di tempat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) bertambah satu korban meninggal usai menerima perawatan intensif.
Kepastian tersebut dikonfirmasi langsung oleh Camat Mustika Jaya, Maka Nachrowi menyampaikan bahwa korban tersebut sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi.
Namun, korban itu tidak terselamatkan usai mendapatkan perawatan intensif dari RSUD Kabupaten Bekasi.
Baca Juga:Kapan Hari Raya Idul Adha 2026 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah? Simak Informasinya di SiniOngkos Haji 2026 Terdampak Harga Avtur, Menhaj: Tidak Dibebankan kepada Jemaah
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Cinyosng, Kelurahan Cimuning, Kecamatan MustikaJaya, Kota Bekasi pada Rabu, 1 April 2026 sekira pukul 20.30 WIB.
“Ya betul total yang meninggal dunia ada empat orang saat ini,” ucap Maka di Bekasi pada Kamis, 9 April 2026.
Lebih lanjut, Maka menjelaskan bahwa kabar tewasnya korban diterimanya pada pagi hari tadi.
“Meninggal dunia tadi pagi, sekira pukul 04.30 WIB,” ujar Maka.
Dengan begitu, menambah jumlah korban yang saat ini menjadi empat meninggal dunia dalam insiden tersebut.
Sedangkan, anggota komisi II DPRD Kota Bekasi, Anton akan segera melakukan pemanggilan terhadap sejumlah jajaran pertamina buntut kebakaran hebat tempat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) beberapa waktu lalu.
Namun, pemanggilan tersebut nantinya akan disesuaikan dengan jadwal pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Kami ada rapat dulu terkait Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), setelahnya rapat itu, baru kami rapatin (Pemanggilan Pertamina) hari Senin lah paling kami coba tanya ke dinasnya bisa atau tidaknya,” ungkap anggota komisi II DPRD Kota Bekasi, Anton di Bekasi.
Baca Juga:Info A1! Timnas Indonesia Ditantang Negara Top Eropa di FIFA Matchday, John Herdman Bawa Dua Pemain BaruHeboh Pengadaan Ribuan Motor Kepala SPPG, Pubaya : Tahun Lalu Ditolak
Selain itu, Anton juga meminta pertanggungan jawaban kepada pertamina kepada para korban.
“Kami minta Pertamina untuk selalu mengupdate kepada kami Apa aja yang diberikan, masalahnya kan hari sampai detik ini kan yang punya (Pemilik SPBE) ini belum muncul,” ungkap dia.
Hal tersebut dikarenakan adanya indikasi kelalaian sampai menewaskan dua korban pegawai pabrik.
Insiden tersebut terjadi karena adanya kebocoran dari salah satu mobil gas yang tengah mengisi elpiji.
Kebocoran tersebut lah yang menyulut percikan api sampai akhirnya menyebabkan kebakaran sampai sempat terjadi ledakan.
“Emang karena kemarin kebocoran gas itu saking banyaknya kali ya,” ucap Anton.
