“Kami ingin terus menjadi jembatan antara tradisi dan gaya hidup modern, menjaga warisan, menghidupkan cerita, dan menciptakan dampak yang lebih luas bagi banyak orang serta membawa Wastra Indonesia agar semakin relevan, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di pasar global,” ujarnya.
Hingga akhir Maret 2026, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh lebih dari 15,57 juta UMKM sebagai sarana pendampingan usaha secara daring, mulai dari peningkatan kapasitas, perluasan pasar, hingga percepatan proses naik kelas. LinkUMKM menghadirkan 6 fitur utama yang saling terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, Media, Komunitas, Etalase Digital, Coaching Clinic, dan layanan lainnya salah satunya registrasi NIB, serta didukung lebih dari 840 modul pembelajaran untuk memperkuat soft skill dan hard skill pelaku usaha.
Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa pengembangan usaha seperti KainIndonesia.co menunjukkan kemampuan pelaku UMKM dalam memadukan kekayaan budaya dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Baca Juga:Kapan Hari Raya Idul Adha 2026 Versi Pemerintah dan Muhammadiyah? Simak Informasinya di SiniOngkos Haji 2026 Terdampak Harga Avtur, Menhaj: Tidak Dibebankan kepada Jemaah
“KainIndonesia.co menunjukkan bagaimana pelaku usaha dapat mengolah kekayaan wastra Nusantara menjadi produk yang bernilai tambah dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui LinkUMKM, BRI mendorong pelaku usaha, termasuk perempuan, untuk terus mengembangkan kapasitas bisnisnya agar lebih adaptif dan berkelanjutan. Ke depan, BRI akan terus memperkuat peran pendampingan agar semakin banyak UMKM yang mampu tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian,” pungkasnya.
