Cegah Kebocoran Pajak Hotel dan Restoran, Bapenda KBB Launching Alat Perekam Transaksi Online

NGAMPRAH-Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) berencana untuk memasang alat perekam transaksi secara online terhadap 200 hotel dan restoran di wilayah KBB. Alat perekam yang diberi nama “BIMA TAPPING APPS” ini memungkinkan pelaporan secara real time setiap transaksi, termasuk besaran nominal pajak yang harus dibayarkan ke kas daerah. “Pelaporan transaksi ini secara online yang langsung terhubung ke Bapenda, sehingga bisa langsung terlihat dan menghindari adanya kebocoran dari wajib pajak yang nakal,” kata Plt Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan usai meresmikan BIMA TAPPING APPS di Terminal Wisata Grafika Cikole, Lembang, Selasa (23/11).
Kang Hengki mengatakan, aplikasi perekam transaksi online ini akan didorong untuk diterapkan di wajib pajak (WP) skala besar. Namun tidak menutup kemungkinan di tempat-tempat penginapan di Lembang juga dipasangi alat ini, agar potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) KBB bisa dioptimalkan dan terus meningkat setiap tahun.
Hengki pun mengajak seluruh owner hotel, tempat wisata, dan restoran untuk bersama-sama membangun KBB dengan taat pajak dengan menggunakan aplikasi ini agar capaian pajak bisa maksimal. “Saya ingin menyampaikan kata-kata bijak. Semakin banyak memberi Insya Allah makin banyak menerima. Jangan khawatir dengan banyak memberi untuk pembangunan Bandung Barat, usaha bapak ibu diberikan kelancaran dan kesuksesan. Ditunggu kerjasamanya dan kolaborasinya,” seru Kang Hengki.
Kang Hengki mengatakan, aplikasi perekam transaksi online ini akan didorong untuk diterapkan di wajib pajak (WP) skala besar.
Namun tidak menutup kemungkinan di tempat-tempat penginapan di Lembang juga dipasangi alat ini, agar potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) KBB bisa dioptimalkan dan terus meningkat setiap tahun.
Kang Hengki mengajak seluruh warga agar dapat berpartisipasi aktif serta taat membayar pajak dengan tepat waktu. Kang Hengki meminta masyarakat untuk peduli akan pembangunan daerah di KBB dengan senantiasa bijak dan taat dalam membayar pajak.
“Saya mengajak kepada seluruh warga atau wajib pajak di daerah Bandung Barat untuk meningkatkan kesadaran membayar pajak. Mari bantu pemerintah dengan sadar pajak, orang bijak taat pajak, pajak anda untuk pembangunan daerah,” ucapnya.
Hengki menjelaskan kepatuhan terhadap pembayaran pajak tentunya akan berpengaruh terhadap pembangunan di Bandung Barat. “Melalui pembayaran pajak segala program dan pembangunan daerah Kabupaten Bandung Barat akan terwujud. Untuk pembayaran pajak dipermudah, bisa mulai dari layanan mobil jemput pajak (jejak), dan beberapa layanan lainnya yang bekerja sama dengan Bank BJB,” pungkasnya.
Kepala Bapenda KBB, Hasanudin meminta kepada seluruh WP di KBB untuk mensukseskan program pemerintah ini. “Sebelumnya pernah dipasang jenis tapping box juga, berbentuk hardware, ada beberapa WP yang berdalih menolak, dengan alasan menunggu tim IT/vendor yang menangani sistem aplikasi yang mereka gunakan,” katanya.
Menurut Hasanudin, dengan BIMA TAPPING APPS ini, berbentuk software, yang disatukan dengan sistem aplikasi WP. “Jadi tidak perlu menunggu/izin vendor WP. Kalau ada yang menolak, dipastikan WP tersebut tidak taat pajak, artinya pajak belum disetorkan semua,” ungkapnya.
Bapenda juga, kata Hasanudin, sudah melakukan kerja sama, dengan DJP (Direktorat Jenderal Pajak), di mana nantinya akan dicross cek antara pajak pusat dan daerah.(sep)

BACA JUGA:  Sampaikan Aspirasi, Pemkab Kirim Surat Presiden