Lima Harmal

Lima Harmal
0 Komentar

Hampir semua anak muda pada dasarnya seperti itu. Kalau punya kemauan harus menjadi kenyataan. Kalau belum tuntas belum mau berhenti. Makan tidak penting. Tidur tidak penting.

Itulah sebabnya hanya anak muda yang bisa membuat kemajuan besar. Yang tua bisa juga –tapi sangat jarang.

Sudah menjadi sunnatullah anak muda diberi kelebihan fisik –bisa tidak tidur selama lima harmal. Orang tua seperti saya, tidak tidur 24 jam saja sudah masuk angin! Padahal, dulu juga seperti itu.

Baca Juga:DPRD Apresiasi Penerapan Protokol Pencegahan Covid-19 oleh PT Tirta Investama Aqua SubangDiduga Dendam, Satu Keluarga di Kampung Munjul Purwakarta Dibacok

Tentu banyak juga anak muda yang kesibukannya dari hari ke hari tidur melulu. Itu tidak salah. Nikmati saja. Itu membahagiakan juga. Bahkan bisa menguntungkan. Otak anak muda seperti itu bisa lebih awet –karena jarang dipakai.

Mengapa pada umur 28 sampai 33 tahun saya anggap puncak kejayaan manusia?

Di umur seperti itulah tiga kehebatan bisa bersatu di satu tubuh: intelektual, pengalaman, dan kemudaan.

Mereka sudah intelektual –setidaknya sudah lulus S-1. Otak intelektualitasnya sudah mendapat pendidikan logika dan sistematika.

Mereka sudah banyak pengalaman –sudah lima tahun di dunia kerja. Pasti sudah pernah jatuh-bangun. Atau pernah mengalami banyak kepahitan.

Mereka punya fisik yang kuat –bisa tidak tidur dua harmal: meski tidak bisa lagi lima harmal.

Alghozi –dan anak muda seumurnya– adalah mereka yang sedang menuju puncak kejayaan seperti itu.

Bagaimana kalau sudah umur 28 tahun baru mendapat intelektualitas dan kemudaan saja –masih minus kematangan pengalaman?

Baca Juga:Kartini Masa Kini, Satgas Terdepan Tangani Covid-19Harapan Perempuan di Hari Kartini, Terbebas dari Kekerasan dan Pelecehan

Itu berarti saat umur 23 sampai 28 tahun kurang berani terjun ke medan perang –perang apa pun. Juga berarti belum pernah merasakan tidak tidur lima harmal.

Itu berarti selama umur 23 sampai 28 tahun hanya puas menjalani kehidupan yang datar-datar saja.

Tapi tidak ada masalah. Masih ada waktu dua atau tiga tahun lagi untuk banting stir: latihan ambil resiko.

Bagaimana kalau sudah 40 tahun belum bisa menggabungkan tiga keunggulan itu?

Juga tidak ada masalah. Anda bisa menyiapkan anak Anda –agar jangan seperti orang tuanya.

Saya yakin orang seperti Alghazi tidak pusing dianggap lebay. Ia baru pusing kalau ide yang ada di otaknya tidak bisa terlaksana.

0 Komentar