Makhluk Kecil Penghalau Polutan

Makhluk Kecil Penghalau Polutan
0 Komentar

Dalam penelitiannya, isolasi awal dilakukan untuk melihat strain apa pada kultur mikroba murni yang memiliki tingkat degradasi chlorofenol yang tinggi. Setelah mendapatkan hasil yang diinginkan, dilakukan penggabungan dari strain yang dipilih untuk membentuk kultur mikroba campuran yang akan diujicoba lebih lanjut. Metode pengukuran degradasi fenol didasarkan pada metode 4-aminoantipirin dengan mengukur absorbansinya pada panjang gelombang 500 nm.

Dari penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa penggunaan kultur ragi campuran lebih efisien dibandingkan dengan kultur ragi murni. Khamir (ragi) yang dapat memanfaatkan fenol atau 4-klorofenol sebagai sumber karbon utama diantaranya adalah Trichosporon cutaneum, Candida tropic, Fusarium spp., Aspergillus sp. Dilihat dari hasil screening didapatkan dua strain khamir yang menunjukkan hasil paling baik dalam biodegradasi senyawa 4-klorofenol, yaitu strain TY1 dan TY2. Namun pada penelitian ini tidak dilakukan identifikasi spesies khamir pada sampel TY1 dan TY2, sehingga spesies dari strain tersebut belum diketahui karena tidak dilakukan uji fisiologis dan biokimia dan analisis urutan 26S rDNA.

Waktu yang dibutuhkan untuk mendegradasi seluruh senyawa 4-klorofenol sebanyak 100 ppm oleh isolat TY2 adalah 21 jam, sedangkan degradasi oleh kultur campuran dari isolat TY1 dan TY2 dengan penambahan glukosa sebanyak 2g/liter adalah sekitar 18 jam. Penambahan glukosa dengan konsentrasi yang tepat juga berpengaruh terhadap laju bidegradasi 4-klorofenol. Penambahan substrat ini dapat meningkatkan biomassa pada kultur, tetapi mikroba tersebut mungkin akan mengalami hambatan kompetitif antara degradasi substrat dan degradasi 4-klorofenol, sehingga hal tersebut dapat menghambat degradasi 4-klorofenol.

Baca Juga:Hankam Menjaga Kedaulatan Negara Bukan Menjaga Kepentingan Penguasa“Wisata Bencana” Dibalik Covid -19 pada Era New Normal

Dalam degradasi fenol, diduga ada dua jalur utama, yaitu jalur hydroquinone dan jalur 4-chlorocatechol yang nantinya akan membentuk cincin aromatik. Dalam penelitian Fialova yang menggunakan khamir Candida maltosa, Biodegradasi 4-klorofenol dimulai dengan aktivasi cincin aromatik melalui reaksi dengan oksigen molekuler. Reaksi tersebut
dikatalisis oleh monooksigenase fenol hidroksilase yang mengarah ke pembentukan katekol. Selanjutnya, katekol diuraikan menjadi cis,cis-muconate. Residu ini akan memasuki siklus TCA dan termineralisasi menjadi karbon dioksida dan air.

Setelah kita meyimak penjelasan di atas, dapat dipertimbangkan bahwa bioremediasi dengan kultur mikroba campuran memungkinkan untuk diterapkan di Indonesia dalam menangani masalah pencemaran air yang disebabkan oleh fenol. Namun, perlu dilakukan pengkajian terlebih dahulu mengenai mikroba apa yang cocok untuk digunakan di Indonesia, peralatan yang dibutuhkan, serta biaya yang dikeluarkan. Pelaksanaan metode bioremediasi untuk menangani limbah fenol ini dapat dilakukan oleh lembaga yang berwenang dari pemerintah. (*)

Laman:

1 2
0 Komentar