Media Berbasis Html5 Sebagai Alternatif Digitalisasi Pembelajaran Geografi Di SMAN 1 Masalembu

Media Berbasis Html5 Sebagai Alternatif Digitalisasi Pembelajaran Geografi Di SMAN 1 Masalembu
0 Komentar

Oleh:
Iwan Riyono Efendi, S.Pd

(Guru Geografi SMA Negeri 1 Masalembu)

Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran akan membawa dampak yang signifikan pada minat dan hasil belajar peserta didik, terlebih pada masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini yang menuntut perubahan stigma pembelajaran dimana teknologi menjadi komponen penting agar pembelajaran dapat terlaksana dengan efektif.

Keberadaan teknologi membawa pembelajaran akan terasa lebih mudah dan menyenangkan bagi peserta didik sehingga potensi yang ada dalam dirinya dapat berkembang dengan baik, sebagaimana amanat UU No. 20 Tahun 2003 bahwa ”pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.”

Pemanfaatan teknologi tersebut dapat berupa teknologi kelas maya, learning management system (LMS), teknologi sebagai sumber belajar, ataupun media pembelajaran baik dengan metode synchronous maupun asynchronous.

Baca Juga:Diduga Hanya Untuk Photocard NCT Dream, Seorang Oknum Tega Bolongi Mie Instan di MinimarketWaspada Banjir, Warga Pantura Berharap Curah Hujan Tidak Tinggi

Pesatnya kemajuan teknologi dalam pembelajaran nyatanya tidak secara merata diterapkan di semua sekolah. Masih banyak sekolah di Indonesia yang belum mampu menerapkan teknologi dalam pembelajaran dengan berbagai alasan. Dikutip dalam jendela.kemdikbud.go.id (2021:31) bahwa ”Alasan tidak diterapkannya teknologi dalam pembelajaran diantaranya: belum bisa mengoperasikan internet, akses dan biaya terbatas, jaringan tidak lancar, jumlah komputer terbatas,…”. Ditambah lagi dengan adanya mindset yang masih berpikiran bahwa jika tidak ada akses internet maka teknologi pembelajaran akan susah untuk digunakan. Sehingga penerapan teknologi akan selalu tergantung pada internet, padahal banyak teknologi yang dapat digunakan dalam pembelajaran tanpa membutuhkan akses internet.

Pada dasarnya setiap sekolah menginginkan optimalisasi proses pembelajaran dari pemanfaatan teknologi seperti halnya SMA Negeri 1 Masalembu yang memasukkan implementasi teknologi dalam misi sekolah yaitu ”memberdayakan teknologi informasi dan komunikasi sebagai pendukung keunggulan pembelajaran”.

Namun begitu, seperti sekolah-sekolah lain yang berada pada wilayah dengan keterbatasan akses internet membuat misi tersebut tidak dapat terwujud dengan baik. Kurangnya alternatif media berbasis teknologi untuk belajar pada saat Pertemuan Tatap Muka (PTM) Terbatas membuat materi pembelajaran kurang menarik dan susah dipahami. Terlebih pada materi yang mengharuskan adanya media gambar, animasi atau video dalam proses pembelajaran, seperti halnya mata pelajaran geografi.

0 Komentar