Menggandeng Influencer Milenial dengan Anggaran tidak Rasional

Menggandeng Influencer Milenial dengan Anggaran tidak Rasional
0 Komentar

Untuk menjaga citra baik kepemimpinannya, seorang pemimpin tidaklah berfokus pada asumsi publik. Namun melakukan langkah riil kebijakan terhadap publik yang diurusnya. Berbagai urusan umat berbuah kebaikan dan berkah karena menyatukan peran dienul haq dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Keberadaan struktur media informasi di dalam negara Islam bukan untuk menutupi keburukan pemerintahan, tapi untuk sarana dakwah. Yakni, menyebarluaskan kebaikan buah penerapan sistem Islam itu sendiri. Tanpa harus repot menggunakan influencer bayaran untuk mem-blow-up kebaikan dan keberkahan sistem ini, sebagaimana yang terjadi dalam sistem demokrasi.

Negara Islam akan mengeluarkan undang-undang yang menjelaskan garis-garis umum politik negara dalam mengatur informasi sesuai dengan ketentuan hukum-hukum syariat. Hal ini dalam rangka menjalankan kewajiban negara untuk melayani kemaslahatan Islam dan kaum Muslimin. Juga dalam rangka membangun masyarakat Islami yang kuat, selalu berpegang teguh dan terikat dengan tali agama Allah Swt. Hingga kebaikan dari dan di tengah-tengah masyarakat Islami itu dapat tersebar luas.

Baca Juga:Rahasia Bikin Movie-Like Video dengan Fitur Andalan Galaxy Note20 UltraMemasuki Masa Tenang, Patroli Money Politik Diperketat

Selain itu, seorang pemimpin dalam Islam adalah tauladan bagi rakyatnya, yang dipilih secara langsung oleh rakyat karena ketaatannya kepada Allah Swt. Sehingga, rakyat patuh dengan semua kebijakan yang tentu sesuai dengan syariat-Nya. Maka, seorang pemimpin dalam Islam tidak membutuhkan influencer, karena setiap kebijakan didasarkan pada aturan Allah Swt, dan rakyat akan tunduk pada pemimpinnya sebagai wujud keimanan.

Oleh karena itu, jelas  tidak ada lagi yang dapat diharapkan pada sistem kapitalis sekuler yang mengedepankan materi, manfaat dan pencitraan semata. Hanya sistem Islam yang mampu menyelesaikan segala macam persoalan, termasuk persoalan penataan kembali aliran sungai dan pemanfaatan air untuk masyarakat di lingkungan sekitar juga kemungkinan dijadikannya sebagai obyek wisata tanpa harus membayar influencer. (*)

Laman:

1 2 3
0 Komentar