Banjir Rendam 12 Kecamatan di Karawang, Sebanyak 2.413 Warga Terpaksa Mengungsi

Banjir Rendam 12 Kecamatan di Karawang, Sebanyak 2.413 Warga Terpaksa Mengungsi
ANJIR- Ilustrasi banjir yang melanda sejumlah wilayah Jawa Barat. Di Karawang, b rendam 12 kecamatan.
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO – Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang mencatat sebanyak 12 kecamatan terdampak banjir hingga Senin (19/1/2026) pagi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang, Ferry Muharam, menyampaikan bahwa hingga pukul 08.00, banjir telah merendam 26 desa yang tersebar di 12 kecamatan.

“Jumlah kecamatan yang terdampak banjir tercatat sebanyak 26 desa dari 12 kecamatan,” ujar Ferry Muharam Senin (19/1/2026).

Baca Juga:BMKG: Ancaman Cuaca Ekstrem Membayangi Indonesia Selatan di Akhir JanuariIni Alasan Mengapa Raja Ampat Masih Berada Dalam Ancaman Serius dari Penambangan Nikel

Menurut Ferry, banjir terjadi akibat kombinasi beberapa faktor, mulai dari tingginya curah hujan, luapan Sungai Citarum dan Sungai Cibeet, hingga banjir rob di wilayah pesisir Karawang.

Adapun jumlah warga terdampak mencapai 13.304 orang dewasa, 374 balita, serta 86 bayi.

Sementara itu, total terdapat 4.304 kepala keluarga (KK) terdampak, dengan 2.413 orang terpaksa mengungsi.

“Sebanyak 3.163 rumah terendam banjir,” kata dia.

Adapun 12 kecamatan yang terdampak banjir meliputi:Karawang Timur, Telukjambe Timur, Pangkalan, Telukjambe Barat, Karawang Barat, Jayakerta, Cilebar, Rawamerta, Rengasdengklok, Lemahabang, Cilamaya Wetan, Klari.

Ketinggian muka air banjir di wilayah terdampak bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga 200 sentimeter.

Kondisi terparah terjadi di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Timur, dengan ketinggian air mencapai dua meter.

Ferry menambahkan, petugas BPBD Karawang telah bersiaga selama 24 jam untuk melakukan evakuasi warga serta pendistribusian bantuan logistik.

“Pendistribusian logistik dengan kebutuhan mendesak berupa makanan, minuman, selimut, dan terpal terus berlangsung,” katanya. (*)

RENDIKA MARFIANSYAH.

0 Komentar