PASUNDANEKSPRES.CO – Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah wisatawan asing dari Singapura dan Malaysia yang mengunjungi Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia, telah meningkat. Daerah ini relatif dekat dengan destinasi wisata antara kedua negara.
Dilla, seorang warga Batam yang bekerja di daerah Nagoya, mengatakan bahwa beberapa mal belakangan ini ramai dikunjungi wisatawan asing. “Saya kebetulan pergi ke Grand Mall Batam hampir setiap hari, dan memang ramai dikunjungi wisatawan dari Singapura dan Malaysia,” kata Dilla kepada Tempo pada Senin, 19 Januari 2025.
Ia juga memperhatikan bahwa bahkan pada hari kerja, masih ada wisatawan yang mengunjungi pusat perbelanjaan. “Biasanya hanya pada akhir pekan, kan? Pada hari kerja, ada juga wisatawan Singapura dan Malaysia,” katanya.
Baca Juga:BMKG: Ancaman Cuaca Ekstrem Membayangi Indonesia Selatan di Akhir JanuariIni Alasan Mengapa Raja Ampat Masih Berada Dalam Ancaman Serius dari Penambangan Nikel
Sentimen serupa diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Valuta Asing (APVA), Amat Tantoso, yang juga seorang penukar uang di Batam. Menurutnya, berdasarkan pengamatan di pasar dan mal, wisatawan Singapura dan Malaysia memang datang ke Batam dalam jumlah besar. “Coba lihat Pasar Penuin, BCS Mall, Grand Mall, dan area Thamrin Nagoya,” kata Amat pada Senin, 19 Januari 2025.
Berbelanja Saat Liburan
Ia menduga bahwa kedatangan wisatawan didorong oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Singapura, ringgit Malaysia, dan dolar AS. Ringgit, katanya, telah naik 15,2 persen dalam setahun terakhir, diikuti oleh dolar Singapura sebesar 1 persen, dan dolar AS sebesar 3,4 persen terhadap rupiah. “Kenaikan ini secara otomatis membuat harga di Singapura dan Malaysia lebih mahal, sehingga mereka memilih untuk pergi ke Batam untuk berbelanja saat liburan,”
Amat juga melihat sejumlah turis datang dengan koper kosong, lalu pulang dengan koper penuh belanjaan. “Mereka bahkan berbelanja kebutuhan sehari-hari di Batam. Coba saja kunjungi pasar Minggu; penuh sesak dengan turis Singapura dan Malaysia,” katanya. Ia memperkirakan bahwa akhir-akhir ini, sekitar 10.000 turis datang ke Batam setiap akhir pekan.
Selain berbelanja, kata Amat, para turis ini juga menikmati kelezatan kuliner Kota Batam. Hal ini karena harga makanan di Batam jauh lebih murah daripada di negara asal mereka. “Bayangkan saja, di sana satu porsi makanan bisa berharga Rp1-1,5 juta, sedangkan di sini (di Batam) Rp100.000 sudah cukup untuk makan enak,” kata Amat.
