Ia berpendapat bahwa ketika kapasitas negara—dalam hal kemampuan logistik dan otoritas politik—rendah dan pengawasan ketat, kita cenderung melihat tata kelola performatif yang dilakukan untuk meredakan opini publik.
Ketika kampanye #SaveRajaAmpat mencapai puncaknya, keinginan umum masyarakat adalah untuk menghentikan operasi penambangan nikel. Drone Emprit, yang memantau percakapan media sosial, telah menawarkan analisis kata kunci ‘Raja Ampat’ dan ‘#SaveRajaAmpat’. Analisis tersebut menemukan bahwa terdapat 4.016 artikel dan 14.506 penyebutan mengenai masalah ini selama periode 1 hingga 9 Juni 2025. Dari 23.631 penyebutan di media sosial, 95% bersifat negatif terhadap kebijakan pemerintah. Pengguna media sosial khawatir bahwa penambangan nikel akan merusak ekosistem Raja Ampat dan mendesak Prabowo untuk menghentikan seluruh operasi penambangan nikel di kepulauan tersebut.
Pada 10 Juni 2025, empat menteri mengumumkan bahwa Presiden telah memutuskan untuk mencabut empat izin penambangan perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut. Pertanyaannya adalah: apakah mereka akan melakukan hal itu jika tidak ada protes publik terhadap operasi penambangan di sana?
Baca Juga:Pertemuan Kerajaan Wakanda dengan Fantastic Four di Teaser Terbaru Avengers: DoomsdayBukan Cuma Estetik, Ini 5 Surga Kuliner Legendaris di Braga yang Wajib Dicoba
Media telah lama menyoroti kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas penambangan nikel di Raja Ampat. Pada tahun 2022, Kompas menerbitkan artikel yang mengungkap operasi PT Gag Nikel. Tidak lama kemudian, sebuah artikel yang diterbitkan di The Jakarta Post juga mengungkapkan kekhawatiran Asosiasi Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) tentang potensi dampak buruk proyek nikel di Pulau Gag terhadap industri pariwisata.
Selain itu, protes publik telah dilakukan secara lokal oleh Aliansi Jaga Alam Raja Ampat sebagai tanggapan terhadap izin penambangan nikel baru yang dikeluarkan untuk PT Mulia Raymond Perkasa di Batang Pele dan Manyaifun. Ini adalah pulau-pulau di dekat kepulauan Wayag dan Piaynemo, dua objek wisata terkenal yang populer dengan pemandangan bukit karst dan keanekaragaman hayati lautnya.
Namun, meskipun pengawasan publik jelas tinggi, dan pemerintah Indonesia memiliki kemampuan logistik dan otoritas politik untuk memastikan perlindungan bagi Raja Ampat, tampaknya pemerintah kurang memiliki kemauan politik untuk melakukannya.Kerusakan lingkungan masih terus berlanjut.
Penulis: MUAMMAR QADAFFI
