PASUNDANEKSPRES.CO – Banjir yang melanda Kabupaten Subang kian meluas, sebelumnya 4 kecamatan terdampak banjir kini meluas menjadi 6 kecamatan terdampak banjir dengan area banjir meluas di beberapa desa di setiap kecamatannya.Meluasnya banjir ini disebabkan oleh sejumlah aliran sungai meluap setelah diguyur hujan semalaman di wilayah hilir atau di wilayah Pantura Subang dan wilayah hulu seperti di wilayah Kabupaten Purwakarta yang mengirimkan air ke wilayah hilir.
Pantauan di Desa Mulyasari, Pamanukan, rumah-rumah warga sudah terendam banjir mencapai 1,5 meter, titik terdalam terjadi di sekitar bantaran sungai, bahkan salah satu warga terendam bajir saat ia tertidur pada Senin (26/01/2026) pagi.
“Airnya cepet masuk ke rumah, saya lagi tidur kerendem,” ujar Dewi ditemui di sekitar rumahnya yang sudah terendam, Senin (26/01/2026)
Baca Juga:Daftar 10 Tempat Wisata di Bandung yang Wajib Dikunjungi, Tiket Masuk Murah Meriah2 Polisi Gugur Tertabrak Truk TNI di Bandung Barat, Kodam Siliwangi: Murni Kecelakaan
Dewi bersama warga lainnya berbondong-bondong mengungsi ke sejumlah tempat, namun mereka belum sempat membawa barang-barang rumah hanya membawa perbekalan pakaian seadanya.
“Ini mau mengungsi ke mesjid,” katanya.
Sementara menurut Abi Tommy, Petugas BPBD Subang, ia mendapatkan laporan per hari ini Senin (26/01/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, wilayah yang terdampak banjir bertambah, kondisi ini akibat sungai semakin meluap.
“Hari ini kita ada laporan ada beberapa titik di kecamatan pantura, selain Kemarin di Ciasem, kini, di Blanakan, di Sukasari, Legonkulon, Pusakanagara dan Pamanukan terdampak banjir, banjir ini diakibatkan sungai meluap,” ujar Ari.
Ia dan petugas lainnya langsung melakukan bantuan evakuasi ke titik rawan untuk memastikan keamanan warga yang terdampak, namun ia belum mendapatkan data secara rinci karena petugas masih melakukan penyisiran.
“Ini jadi assessment kita perhatian karena sebagian warga Pamanukan mengungsi di fly over, kita masih melakukan pendataan,” pungkasnya.
MUAMMAR QADDAFI
