PASUNDANEKSPRES.CO – Saat ini jumlah meninggal dunia korban longsor Bandung Barat mencapai 53 orang. Proses pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Bandung, Jawa Barat sempat terhenti.
Hal tersebut terkonfirmasi oleh Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian. Ia mengatakan pencarian terpaksa harus dihentikan sementara pada Rabu siang, 28 Januari 2026.
Ia menjelaskan terdapat dua sektor di lokasi bencana yang dinilai rawan longsor susulan. Dilalah, kondisi cuaca yang tak bersahabat memaksa tim SAR gabungan harus kembali ke posko aman.
Baca Juga:Mentan Tata Ulang Lahan Hortikultura di Jabar yang Rawan LongsorLowongan Kerja BUMN di PT Angkasa Pura Supports untuk lulusan SMA/SMK
“Berdasarkan hasil pemantauan lapangan serta asesmen potensi bahaya, khususnya terkait stabilitas longsor, pada pagi hingga menjelang siang hari di sektor A2 dan sektor A3 sempat dihentikan sementara. Karena berada pada jalur rawan longsor susulan,” jelas Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian.
- Dua Jenazah Ditemukan.
Dian menegaskan proses pencarian akan terus dilakukan, namun tim evakuasi juga perlu memerhatikan kondisi sekitar.
Setidaknya tim pencarian korban ini memahami risiko bencana susulan dan tentunya saling mewaspadai diri sendiri.
“Keselamatan personel sebagai prioritas tertinggi, pengendalian risiko bencana susulan, akurasi dan transparansi data korban, serta sinergi seluruh unsur yang terlibat,” kata dia.
Proses pencarian kembali dilanjutkan ketika cuaca benar-benar kondusif pada siang menjelang sore hari.
Singkatnya, di sektor A2, tim SAR gabungan kembali berhasil menemukan dua jenazah yang kemudian langsung dimasukkan ke dalam body pack atau kantong jenazah.
Selanjutnya dua kantong jenazah tersebut segera diserahkan ke tim Disaster Victim Identification (DVI) guna proses identifikasi.
Dari hasil identifikasi, DVI berhasil mengidentifikasi tiga kantung jenazah.
Baca Juga:Gegara Mimpi Buruk, Anak di Karawang Tusuk Bapaknya Saat TidurInfo Cuaca Bandung: Suhu Dingin 19 Derajat dan Potensi Hujan
“Terdapat selisih tiga body pack yang telah lebih dahulu tercatat di DVI namun belum terintegrasi di laporan posko SAR Gabungan. Selisih tersebut telah diverifikasi dan desmi dimasukan ke dalam data operasi hari ini,” ucapnya.
Selain itu, Direktur Operasi Basarnas, didampingi SMC Bandung dan Kepala Seksi Operasi, menghadiri rapat konsolidasi di Posko Induk bersama Menteri Pertanian dan Kepala BNPB, untuk membahas perkembangan terkini operasi SAR, kondisi lapangan, serta penguatan dukungan sumber daya dan strategi lanjutan.
