Dalam sepuluh hari pencarian, sudah ada 83 kantung jenazah yang diserahkan Basarnas ke Tim DVI Polri, baik berupa jasad utuh maupun potongan tubuh.
Setiap satu kantung jenazah tidak menjamin satu identitas.
“Jumlah ini melebihi jumlah dalam pencarian, karena berdasarkan identifikasi DVI ada bodypack yang melebihi dari 1 namun memiliki identitas tunggal,” ujarnya.
Sementara itu, Incident Commander Longsor Desa Pasirlangu, Ade Zakir, turut mengkonfirmasi adanya pemisahan data korban jiwa anatar sipil dan TNI, Senin (26/1/2026).
Baca Juga:Misi Balas Dendam Beckham Putra, Persib Bidik Kemenangan atas Malut United di GBLABangun Bisnis Travel Haji dan Umrah Berujung Petaka, Kemenhaj Beri Himbauan Tegas untuk Pengusaha
Posko bencana hanya mendata korban-korban sipil sedangkan pendataan korban TNI dilakukan oleh tim khusus.
“Itu di luar Basarnas kita, di luar. (Data korban TNI masuk ke sini?) Tidak, ada tim khusus yang menangani,” kata Ade Zakir. (*)
RENDIKA MARFIANSYAH.
