Capaian Program MBG di Jakarta 60 Persen, BGN: Sudah Ada 475 SPPG Aktif

Capaian Program MBG di Jakarta 60 Persen, BGN: Sudah Ada 475 SPPG Aktif
Kerja sama antara BGN dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI yang berjalan tanpa hambatan menjadi faktor suksesnya program MBG di Jakarta.
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan jika pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta telah terealisasi sebesar 60 persen.

Kepala BGN, Dadan Hindayana menyebut, saat ini 475 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di Jakarta.

“Program Makan Bergizi Gratis di Jakarta berjalan sangat baik. Sekarang sudah operasional adalah 475 SPPG, 60 persen dari target,” kata Dadan di Balai Kota Jakarta pada Senin, 9 Februari 2026.

Baca Juga:Aldi's Burger Viral, Aldi Taher Ngaku Kaget Usahanya Diserbu PembeliKabar Baik Bagi Pemudik! Kemenhub Sediakan Ratusan Bus Mudik Gratis 2026 ke Jawa hingga Sumatera

Dadan memerinci di Ibu Kota saat ini masih ada sekitar 566 SPPG yang masih dalam tahap perencanaan.

Dia optimistis seluruh target SPPG dapat segera tercapai. Pasalnya kata Dadan, Jakarta memiliki dukukungan infrastruktur yang memadai.

“Saya yakin dalam waktu yang tidak terlalu lama ini (SPPG) akan cepat selesai. Karena seluruh infrastruktur di Jakarta sangat mudah dijangkau dan bisa dilaksanakan sebaik-baiknya,” ucap Dadan.

Kerja sama antara BGN dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI yang berjalan tanpa hambatan menjadi faktor suksesnya program MBG di Jakarta.

Dadan pun menargetkan seluruh penerima manfaat MBG di Jakarta dapat terlayani pada bulan Mei 2026.

Di tempat yang sama, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyenutkan, pihaknya akan terus mendukung secara penuh pelaksanaan program MBG.

Salah satu dukukannya yakni dengan memenuhi pasokan bahan pangan untuk MBG oleh badan usaha milik daerah (BUMD).

Baca Juga:Kronologi WNI Kecelakaan di Chinatown Singapura, Anak 6 Tahun Tewas Ditabrak MobilPulang ke Kampung di Cirebon, Yogi Saputra Bawa Cerita Final Asia yang Dramatis

“Kami undang Dirut-Dirut BUMD dan juga Dirut yang berkaitan dengan ekonomi agar yang pertama supply chain atau rantai pasok yang berkaitan dengan kebutuhan Badan Gizi ini dikelola dengan baik,” ucap Mas Pram sapaan akrabnya.

Pramono memastikan kerja sama pangan antara BUMD dan Badan Gizi Nasional tidak akan menimbulkan kelangkaan stok maupun kenaikan harga pangan terutama menjelang bulan Ramadan.

Justru sebaliknya, kerja sama dengan BGN ini dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan di Ibu Kota.

“Kami jamin kerja sama ini malah sangat menguntungkan BUMD. Karena kepastian pembelian dan sebagainya,” pungkas Pramono.

RENDIKA MARFIANSYAH.

0 Komentar