PASUNDANEKSPRES.CO – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali melakukan sidak di wilayah Kabupaten Subang.
Kali ini, Dedi Mulyadi melakukan sidak dengan mengendarai sepeda motornya diiringi ajudannya yang konvoi mengelilingi desa.
Dalam perjalanannya, Dedi Mulyadi menyoroti adanya warga yang masih meminta sumbangan pembangunan masjid.
Baca Juga:Pengamat: APBN 2026 Jadi Kunci Pengelolaan dan Kemandirian Industri PertahananCapaian Program MBG di Jakarta 60 Persen, BGN: Sudah Ada 475 SPPG Aktif
Dedi Mulyadi pun menyentil warga yang berkerumun itu dan menegaskan bahwa meminta sumbangan di jalan sudah dilarang.
Momen Dedi Mulyadi menyentil warga soal larangan meminta sumbangan pembangunan masjid itu diunggah di kanal Youtube-nya, dikutip Tribunjabar.id, Senin (9/2/2026).
Mulanya, Dedi Mulyadi sidak meninjau proyek pengaspalan jalan dan berdialog dengan petugas pengawas (P3K) serta mandor mengenai teknis pembangunan jalan tersebut.
Kemudian, Gubernur yang akrab disapa KDM itu melanjutkan perjalanannya melalui jalan-jalan desa.
Di tengah perjalanan, Dedi pun mendapati adanya jalan rusak, berlubang yang jadi kubangan lumpur.
Ia langsung berhenti dan menyindir Bupati Subang meminta agar jalan rusak itu segera ditinjau dan diperbaiki lewat videonya tersebut. Tak lama dari jalan rusak itu, Dedi Mulyadi kembali mendadak berhenti setelah melihat kerumunan warga mencegatnya di jalan.
Ternyata warga tersebut berkerumun hendak meminta sumbangan pembangunan masjid bernama Masjid An-Nur Salam yang berlokasi di Desa Ciruluk, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang.
Baca Juga:Pasien Cuci Darah Tembus 200 Ribu Orang, Menkes Ungkap Fakta MengejutkanViral Pemilik Brand Lokal Inisial M Diduga Terseret Kasus Pelecehan Seksual, Begini Kronologinya
Spontan Dedi Mulyadi pun tegas menanyakan kegiatan warga yang sedang ramai di pinggir jalan itu.
Dedi pun mendapati bahwa warga tersebut ramai karena sedang meminta sumbangan di pinggir jalan.
Terlihat sejumlah ibu-ibu membawa jaring berwarna biru berisi uang pecahan hasil dari meminta tersebut.
Melihat hal itu, Gubernur itu pun tegas menyentil warga bahwa meminta sumbangan di pinggir jalan itu sudah dilarang di Jawa Barat.
Dedi meminta agar warga menyampaikan pesan kepada Kepala Desa bahwa dilarang meminta-minta di jalan.
“Bejakeun ka Kepala Desana, bubar, teu meunang menta-menta di jalan, ngerakeun pisan,” ujar Dedi Mulyadi kesal.
Dedi menegaskan bahwa meminta-minta di jalan juga tindakan yang memalukan.
Ia meminta warga untuk membubarkan diri serta kembali bekerja di sawah atau kebun.
