Menengok Tradisi Munggahan Jelang Ramadan Warga Purwakarta, Warisan Sunda yang Terus Dirawat

Menengok Tradisi Munggahan Jelang Ramadan Warga Purwakarta, Warisan Sunda yang Terus Dirawat.
TRADISI MUNGGAHAN - Warga Dusun 1 Desa Pasawahan Kidul, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, menggelar tradisi munggahan dengan makan bersama di jalan desa menjelang bulan suci Ramadan, Minggu (15/1/2026). Tradisi ini menjadi sarana mempererat silaturahmi dan saling memaafkan antarwarga.
0 Komentar

Usai santap bersama, suasana haru pun terasa. Warga saling bersalam-salaman, bermaafan satu sama lain sebagai simbol membersihkan hati sebelum memasuki bulan suci Ramadan.

Sebagai informasi, secara bahasa, munggahan berasal dari kata dasar unggah dalam bahasa Sunda yang berarti naik.

Dalam Kamus Sundadigi, unggah dimaknai sebagai mancat atau naik ke tempat yang lebih tinggi. Makna tersebut kemudian berkembang menjadi simbol peningkatan diri, baik secara spiritual maupun sosial, dalam menyambut Ramadan.

Baca Juga:Banjir Indramayu Rendam Perumahan Setinggi Pinggang, Bupati Lucky Hakim Bongkar PenyebabnyaOpening Ceremony Info Franchise & Business Concept Expo 2026: Resmi Di buka!

Tak heran jika setiap menjelang bulan puasa, arti kata munggahan kembali mengemuka di tengah masyarakat Sunda, khususnya di Jawa Barat.

Bagi masyarakat Sunda yang mayoritas Muslim, munggahan menjadi penanda bahwa Ramadan tak hanya soal menahan lapar dan dahaga, namun juga tentang mempererat persaudaraan, membersihkan hati, dan naik ke tingkat kehidupan yang lebih baik.

RENDIKA MARFIANSYAH.

0 Komentar