Demi Ikuti Tarawih Perdana di Istiqlal, Ribuan Jemaah Rela Tempuh Perjalaan dari Semarang hingga Aceh

Demi Ikuti Tarawih Perdana di Istiqlal, Ribuan Jemaah Rela Tempuh Perjalaan dari Semarang hingga Aceh
Momentum ramadan dijadikan jemaah untuk melaksanakan tarawih perdana di Masjid Istiqlal-
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO – Cahaya lampu yang memantul di kubah besar Masjid Istiqlal menyambut ribuan jemaah yang memadati pelataran sejak menjelang magrib, Rabu, 18 Februari 2026.

Malam itu, suasana terasa berbeda. Ramadan 1447 Hijriah resmi tiba, dan salat tarawih perdana menjadi magnet yang menyedot umat Islam dari berbagai penjuru.

Sejak sore, arus manusia tampak mengalir memasuki masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut. Mayoritas mengenakan busana muslim bernuansa putih dan pastel. Tak sedikit yang datang bersama keluarga, menggandeng anak-anak kecil yang tampak antusias menyambut pengalaman tarawih pertama mereka tahun ini.

Baca Juga:Daftar Lengkap Skandal Perwira Polisi Terlibat Kasus Narkoba, Dari Jenderal hingga KapolresSinopsis dan Jadwal Tayang Para Pencari Tuhan Jilid 19, Sinetron Religi Legendaris Tiap Ramadhan!

Dua titik penitipan sandal di pintu masuk terlihat mengular. Petugas sibuk mengatur alur keluar-masuk jemaah agar tetap tertib. Di dalam ruang utama, saf-saf salat cepat terisi. Jemaah laki-laki menempati sisi kanan dari sudut imam, sementara jemaah perempuan berada di sisi kiri. Lantai marmer yang luas nyaris tak menyisakan ruang kosong ketika iqamah dikumandangkan.

Muhyiddin (38), warga Citayam, Bogor, menjadi salah satu jemaah yang sengaja datang lebih awal. Ia mengaku memanfaatkan momen libur panjang untuk merasakan suasana tarawih perdana di Istiqlal bersama keluarga.

“Iya mas, kita sengaja datang ke Masjid Istiqlal bersama keluarga untuk salat magrib sekaligus tarawih perdana,” ujar Muhyiddin saat ditemui sebelum salat tarawih dimulai, Rabu, 18 Februari 2026.

Bagi Muhyiddin, kesempatan seperti ini jarang ia dapatkan. Tahun-tahun sebelumnya, pekerjaan membuatnya tak bisa meninggalkan rutinitas harian. Ramadan kali ini terasa istimewa karena ia mengambil cuti bersama agar bisa menikmati kebersamaan dengan keluarga.

“Saya sengaja ambil cuti bersama tahun ini agar bisa jalan-jalan ke Monas sekaligus menikmati suasana tarawih perdana di Istiqlal yang ramai oleh pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia,” tuturnya.

Tidak hanya Muhyiddin, ada juga Nasrullah, jemaah asal Aceh yang sengaja darang ke Jakarta untuk mengikuti shalat tarawih perdana di Istiqlal. “Kita dari Aceh Besar bang, kebetulan kita ada berkunjung ke saudara sekalian ingin merasakan shalat tarawih di sini,” katanya.

Sementara itu, Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa Ramadan adalah momentum memperkuat keimanan sekaligus mempererat persaudaraan. Ia mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang hadir pada malam pertama.

0 Komentar