Dishub Jabar Prediksi 30,97 Juta Warga Akan Mudik, Simak Kapan Puncak Arus Balik

Dishub Jabar Prediksi 30,97 Juta Warga Akan Mudik, Simak Kapan Puncak Arus Balik.
MACET - H-3 Lebaran 2025 diprediksi menjadi puncak arus mudik, dengan salah satu titik kepadatan terjadi di Simpang Weru, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Dishub Jabar siapkan 4.300 personel hadapi arus mudik Lebaran 2026. Prediksi puncak arus balik terjadi dua gelombang, yakni 24 dan 28 Maret 2026.
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO- Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat mulai mematangkan persiapan menghadapi periode angkutan Lebaran 2026 yang dijadwalkan berlangsung selama 15 hari, mulai 14 Maret hingga 29 Maret 2026.

Kepala Dishub Jabar, Dhani Gumelar, mengungkapkan bahwa Jawa Barat memegang peran ganda yang krusial, yakni sebagai daerah asal pemudik sekaligus wilayah lintasan utama bagi jutaan orang.

Berdasarkan survei nasional, Jabar menjadi provinsi dengan angka pergerakan pemudik tertinggi di Indonesia.

Baca Juga:Elkan Baggott dan Ezra Walian Comeback, Ini 41 Pemain Timnas Indonesia Pilihan John Herdman untuk FIFA SeriesSindikat STNK-BPKB Palsu Terbongkar! Korlantas Polri Sita 20 Ribu Dokumen dan Puluhan Mobil Bodong

Dhani Gumelar menyampaikan persiapan-persiapan untuk periode angkutan Lebaran 2026 yang dimulai berlangsung dari 14 Maret sampai 29 Maret 2026.

Menurut Dhani, Jabar bukan hanya sebagai tujuan mudik melainkan lintasan para pemudik.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan terkait prakiraan pergerakan nasional pada masa mudik dan balik Lebaran 2026, ada sebanyak 50,6 persen potensi pergerakan nasional atau, sebanyak 143,9 juta orang, dengan lima moda transportasi, antara lain 76,24 juta mobil pribadi, 24,08 juta sepeda motor, 23,24 juta bus, 6,4 juta kapal penyeberangan, dan 4,98 juta pesawat.

Daerah asal terbanyak ialah, Jabar 21,5 persen (30,97 juta orang), DKI Jakarta 12,63 persen (19,93 juta orang), Jatim 10,85 persen (17,12 juta orang), Jateng 10,50 persen (16,57 juta orang), Banten 7,08 persen (11,17 juta orang).

Lalu, tujuan terbanyak, yakni Jateng 26,90 persen (38,71 juta orang), Jatim 17,30 persen (27,29 juta orang), Jabar 15,90 persen (25,09 juta orang), DIY 5,20 persen (8,20 juta orang), dan Sulawesi Selatan 3,40 persen (5,36 juta orang),” ucapnya di Graha Perhubungan, Cinunuk, Senin (9/3/2026).

Dishub Jabar pun mengantisipasi adanya lonjakan pemudik baik saat Idulfitri maupun momen pemudik yang berwisata.

Pasalnya, di momen Lebaran ini terjadi libur panjang dengan total hampir 15 hari libur.

Baca Juga:Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026: Siapa Mampu Memikat John Herdman?Pemerintah Jamin Pasokan BBM Aman Jelang Idul Fitri Meski Selat Hormuz Ditutup

“Mengacu pada pergerakan sebelumnya, jalur wisata akan meningkat pada H+2. Sedangkan untuk pulang kampung terjadi mulai H-7.”

“Ada beberapa tujuan wisata yang kami antisipasi, yakni Puncak (Bogor), Bandung Raya, seperti Ciwidey dan Lembang, Pantai Palabuhanratu, dan Pangandaran. Lalu, ada Cirebon dan Kuningan untuk wilayah Pantura,” katanya.

Pemudik dari JabarLebih lanjut, Dhani menyebut asal daerah terbanyak pemudik dari Jabar, antara lain Kabupaten Bogor (4,23 juta orang), Kabupaten Bekasi (2,13 juta orang), Kota Bandung (2,04 juta orang), Karawang (1,9 juta orang).

Untuk wilayah tujuan pemudik, terbanyak ialah Garut (2,93 juta orang), Kabupaten Bandung (2,39 juta orang), Kabupaten Tasikmalaya (1,91 juta orang), dan Kota Bandung (1,68 juta orang).

0 Komentar