PASUNDANEKSPRES.CO – Anies Rasyid Baswedan, Founder Gerakan Indonesia Mengajar, menyoroti peran generasi Z dalam membangun peradaban serta pentingnya integritas sebagai fondasi kepemimpinan masa depan.
Hal tersebut disampaikan Anies saat memberikan ceramah selepas tarawih di Masjid Salman Institut Teknologi Bandung (ITB), Senin (9/3/2026) malam.
Anies mengatakan bahwa Islam tidak hanya mengatur urusan ibadah, tetapi juga membentuk tatanan kehidupan yang adil dan beradab.
Baca Juga:Pemkab Tangerang Gelontorkan Rp341 Miliar untuk Perbaiki Jalan, Proyek Dimulai Usai LebaranWamensos Terima Audiensi Pemkab Mamuju Tengah dan Bengkalis Bahas Sekolah Rakyat
“Umat Islam memiliki tanggung jawab moral untuk membangun peradaban yang memuliakan manusia,” ujarnya.
Tanggung jawab itu, kata dia, tercermin dalam ajaran untuk menyeru kepada kebaikan, mencegah kemungkaran, serta menegakkan nilai keadilan dalam kehidupan sosial.
“Kesalehan pribadi tidak cukup berhenti pada diri sendiri. Ia harus diterjemahkan menjadi sistem yang adil dalam ekonomi, hukum, dan budaya,” kata Anies.
Ia mencontohkan kepemimpinan Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang dikenang sepanjang sejarah meski masa pemerintahannya singkat.
Menurut Anies, warisan kepemimpinan diukur dari sistem yang dibangun dan dampaknya bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Anies juga menyoroti perubahan besar yang dihadapi generasi muda saat ini. Generasi Z, katanya, tumbuh dalam dua “kota” sekaligus, yakni kota fisik dan kota digital.
“Di kota fisik, anak muda menghadapi persoalan urban seperti kemacetan, polusi, dan keterbatasan lapangan kerja,” tuturnya.
Baca Juga:Mudik Lebaran 2026: Operasional Truk Dibatasi Mulai Pekan DepanPemerintah Ekspor 2.280 Ton Beras ke Tanah Suci, Pengamat Sebut Bukti Penguatan Swasembada Pangan
Sementara di kota digital, mereka berhadapan dengan banjir informasi, dominasi algoritma, serta ukuran kesuksesan yang sering kali ditentukan oleh jumlah likes dan views di media sosial.
“Generasi Z harus mampu berperan di dua dunia itu tanpa kehilangan kompas nilai,” ujarnya.
Anies menilai tantangan terbesar generasi muda ke depan adalah menjaga integritas di tengah perubahan zaman. Ia menyebut integritas sebagai komoditas masa depan yang menentukan kepercayaan publik.
“Kompetensi penting, tetapi yang paling menentukan adalah integritas. Tanpa itu, kepercayaan akan hilang,” katanya.
Ia juga menyinggung pentingnya meritokrasi. Menurutnya, lemahnya sistem merit sering membuat anak muda berprestasi memilih mencari peluang di luar negeri.
“Kalau integritas dan meritokrasi tidak dijaga, yang di luar tidak mau masuk dan yang di dalam justru keluar,” ujarnya.
