PASUNDANEKSPRES.CO – Pemerintah terus mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan di wilayah terdampak bencana.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti meninjau langsung realisasi program revitalisasi sekolah di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan proses rekonstruksi sarana pendidikan berjalan cepat sehingga siswa dapat kembali belajar di lingkungan yang aman dan layak.
Baca Juga:Daftar Rute Diskon Tarif Tol Lebaran 2026 Lengkap Jam Berlakunya, Pemudik Sikat Cuma 4 Hari7 Lokasi Rawan Macet saat Mudik Lebaran 2026 Jalur Tol Trans Jawa, Pemudik Awas Terjebak!
“Ini bagian dari upaya kami agar rekonstruksi, khususnya sarana pendidikan di Aceh, dapat terselesaikan lebih cepat,” ujar Abdul Mu’ti di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Selasa (10/3/2026).
Abdul Mu’ti mengungkapkan, pada 2026 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memprioritaskan revitalisasi satuan pendidikan dalam tiga kategori utama, yakni sekolah terdampak bencana, sekolah dengan kerusakan berat, serta sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Secara nasional, program ini dialokasikan sebesar Rp14 triliun untuk sekitar 11 ribu satuan pendidikan di berbagai daerah.
Khusus di Kabupaten Pidie Jaya, tercatat 72 sekolah terdampak bencana telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) program revitalisasi tahun 2026 dengan total nilai Rp86,7 miliar.
Dari jumlah tersebut, 62 sekolah dikerjakan melalui mekanisme swakelola, sedangkan 10 sekolah lainnya dilaksanakan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.
Sejumlah sekolah yang telah menandatangani PKS bahkan sudah memulai tahap pekerjaan awal. Pemerintah berharap proses pembangunan dapat diselesaikan secepatnya sehingga fasilitas tersebut dapat digunakan pada tahun ajaran baru.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala SD Negeri 8 Meureudu Martini mengungkapkan, sekolahnya sempat terendam banjir hingga 1,5 meter sehingga ruang kelas dan perabotan rusak.
Baca Juga:Anies Baswedan di Masjid Salman ITB: Gen Z Jangan Sekadar Cari Likes, Integritas Jadi KomoditasDitemukan Jelang Tengah Malam, Korban Longsor Sampah Bantar Gebang Jadi 7 Orang
Pada 2026, sekolah tersebut menerima bantuan rehabilitasi 12 ruang kelas dengan peninggian bangunan untuk mengantisipasi banjir di masa depan.
Di lokasi yang sama, Kepala SMA Negeri 2 Meureudu Muhammadiah menyebut sekolahnya mengalami kerusakan berat karena tertimbun tanah akibat banjir.
Melalui program revitalisasi ini, sekolah tersebut akan mendapatkan pembangunan gedung baru senilai Rp7,9 miliar yang dikerjakan oleh TNI AD.
Pemerintah menargetkan revitalisasi sekolah dengan kerusakan ringan hingga sedang selesai pada Juni 2026, sementara pembangunan sekolah dengan kerusakan berat maupun relokasi ditargetkan rampung pada November 2026.
