Sesulit Apa pun Jangan Menyerah!

pasundan ekspres
Mohamad Fauzi CEO Pasundan Ekspres Group
0 Komentar

Oleh: Mohamad FauziCEO Pasundan Ekspres Group

TAHUN 2026, tepat 26 Maret ini, adalah hari ulang tahun Harian Umum Pasundan Ekspres yang ke-18. Tahun membara, tahun penuh keringat, dan juga tahun yang harus dijalani dengan penuh semangat!

Tahun 2026 ini adalah Tahun Kuda Api dalam astrologi Tionghoa, penanda berakhirnya Tahun Ular Kayu. Kombinasi Kuda dan Api terakhir muncul pada tahun 1966.

Tahun 2026 sangat unik karena elemen Api dari batang langit bertemu dengan shio Kuda yang secara alami juga berunsur api. Kombinasi ini hanya terjadi setiap 60 tahun sekali.

Baca Juga:Investasi Karawang Melonjak, Lippoland Perkuat Kawasan Lewat Pengembangan Lippo KarawangKetua Komisi III DPRD Subang Soroti Kandang Ayam BUMDes Ciasem Baru: Miris, Berada di Tengah Permukiman

Jika dieksplorasi lebih jauh secara global, tahun 2026 adalah tahun yang panas. Geopolitik yang menyengat. Perang dagang, perang tarif yang dipicu oleh kebijakan salah satu pemimpin dunia dari negara adidaya, yakni Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Pada awal 2026, tarif dilaporkan labil, dengan potensi kenaikan hingga 15–50 persen. Kebijakan ini bertujuan sebagai respons terhadap tindakan negara lain yang dianggap membatasi ekspor AS serta untuk melindungi industri dalam negeri Amerika Serikat, melanjutkan tensi perang dagang sebelumnya dengan Cina.

Trump mengumumkan kebijakan tarif impor universal sebesar 10% untuk negara lain yang berdagang dengan AS, yang mulai berlaku April 2025. Pada Februari 2026, dilaporkan tarif ini sempat naik menjadi 15% setelah dinamika dengan Mahkamah Agung AS.

Indonesia pun terdampak tarif internasional Trump sebesar 19%. Negara-negara sekutu Amerika Serikat juga terkena kebijakan tarif ini, dengan besaran yang bervariasi.

Di sisi lain perang tarif dagang, di belahan dunia lain terjadi ketegangan Ukraina vs Rusia. Di kawasan Timur Tengah juga terjadi konflik Amerika dan Israel vs Iran. Perang di kawasan ini kini telah berjalan hampir satu bulan. Selat Hormuz membatasi keluar-masuk kapal-kapal pembawa bahan bakar minyak dunia. Harga minyak dunia pun melambung. Negara-negara dunia terkena dampak energi ini, tak terkecuali Indonesia.

Negara kita hanya memiliki cadangan energi sekitar 20–23 hari jika terjadi kelangkaan, meski masih dapat membeli dari negara lain dengan harga tinggi.

Dari sektor ekonomi, Indonesia menghadapi tantangan serius akibat isu krisis global, risiko energi, dan potensi pelemahan rupiah di kisaran Rp16.900/USD (per 25 Maret 2026).

0 Komentar