PASUNDANEKSPRES.CO – Seorang tentara Indonesia tewas di markas UNIFIL Lebanon setelah rudal Israel menghantam wilayah tersebut pada Minggu 29 Maret 2029.
Selain menewaskan satu tentara perdamaian, rudal yang dilepaskan dari arteleri Israel juga menyebabkan 3 tentara Indonesia lainnya terluka dan saat ini tengah menjalani perawatan Rumah Sakit St. George di Beirut.
Tentara Indonesia yang bertugas di pos yang berada di dekat desa Adchit al-Qusayr sebagai pasukan perdamaian PBB.
Baca Juga:Purbaya Kaget Gaji Pegawai Pajak Lebih Tinggi, Soroti Kesenjangan di KemenkeuPendapatan Pajak Kendaraan Jabar Naik 300 Persen: Dedi Mulyadi Janjikan Perbaikan Jalan dan PJU
Menurut laporan dari Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) pihak Israel sengaja menargetkan markas markas batalion Indonesia (INDOBATT).
Insiden tersebut terjadi di distrik Marjayoun, di mana wilayah ini telah semakin memanas akibat pertikaian antara pasukan Israel dengan kelompok-kelompok lokal.
UNIFIL sendiri dikabarkan telah malakukan penyelidikan resmi untuk menentukan apakah serangan yang dilakukan merupakan kesengajaan atau tidak.
Menurut UNIFIL, jika terjadi kesengajaan, hak ini merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.
Sedangkan pihak Kementerian Luar Negeri Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat ini dikabarkan tengah berkoordinasi dengan markas besar PBB untuk memfasilitasi evakuasi prajurit yang gugur.
Sejauh ini pihak Indonesia menjadi salah satu penyumbang personel terbesar untuk misi UNIFIL.
Tercatat lebih dari 1.200 pasukan Indonesia yang dikirim uantuk ditempatkan di beberapa wilayah.
Baca Juga:Berendam di Kaki Gunung Tangkuban Perahu Jadi Favorit, 10 Ribu Wisatawan Padati Sari Ater SubangSoal Purbaya Pangkas Rp40 T Program MBG, BGN: Semua Kementerian Memang Diminta Efisiensi
Dilansir dari Reuters, pihak Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan penjaga perdamaian yang tewas adalah salah satu warga negara Indonesia dan 3 lainnya terluka.
Pihak UNIFIL melalui situs resminya meyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan kolega penjaga perdamaian yang kehilangan nyawanya saat dengan berani menjalankan tugasnya.
“Doa dan harapan kami juga bersama penjaga perdamaian yang terluka, yang saat ini dirawat di rumah sakit dengan luka serius,” tulisnya.
“Kami tidak mengetahui asal proyektil tersebut. Kami telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan semua keadaan,” tambahnya.
