PASUNDANEKSPRES.CO – Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq, memastikan seluruh jemaah haji Indonesia tahun 2026 dijadwalkan mulai berangkat pada 22 April 2026.
Secara keseluruhan pihaknya meyakini tahun ini bisa berangkat semua.
“Tanggal 22 April kloter pertama sudah bisa berangkat,” ujar Maman saat acara PKB Majalengka, Senin (6/5/2026).
Ia menjelaskan, proses sterilisasi atau pengosongan area sudah mulai dilakukan sejak 18 April 2026.
Baca Juga:Dedi Mulyadi Bakal Wujudkan Mimpi Buruh Bergaji UMK Bisa Huni Apartemen Seharga Cicilan MotorPresiden Prabowo Terima Penghargaan Tertinggi Republik Korea 'The Grand Order of Mugunghwa'
Pada periode tersebut, tidak ada lagi aktivitas kedatangan jemaah umrah maupun kegiatan lain di lokasi yang akan digunakan untuk haji.
“Tanggal 18 April sudah mulai pengosongan, tidak ada yang datang, umrah dan lain sebagainya,” katanya.
Meski optimistis dengan kesiapan penyelenggaraan haji tahun ini, Maman mengungkapkan pihaknya tetap menemukan sejumlah catatan saat melakukan peninjauan langsung ke Arab Saudi, khususnya di Makkah dan Madinah.
Ia menyebut DPR telah menyampaikan sejumlah komplain kepada pihak penyedia layanan (syarikah), terutama terkait fasilitas di Arafah.
“Misalnya di Arafah, ada beberapa tenda yang asalnya pakai paving block, ternyata belum. Tapi masih ada waktu dua minggu untuk mereka memasang paving block di beberapa lokasi, termasuk juga kamar mandi,” ujarnya.
Menurutnya, perbaikan fasilitas tersebut penting mengingat konsentrasi jemaah yang sangat besar saat puncak haji di Arafah. Ia menekankan bahwa fasilitas dasar seperti kamar mandi harus benar-benar representatif.
“Kita tahu konsentrasi massa banyak, jadi kamar mandi harus representatif,” tegasnya.
Baca Juga:Ingin Transportasi Umum Lebih Nyaman, DPRD Kota Bekasi Dorong Modernisasi AngkotDedi Mulyadi Sidak Ngamuk di Sekolah Tegur Sekuriti hingga Kepsek karena Fasilitas Kumuh
Selain fasilitas fisik, DPR juga menyoroti kualitas layanan lainnya, mulai dari hotel hingga konsumsi jemaah.
Pihaknya telah bertemu langsung dengan penyedia katering untuk memastikan cita rasa makanan tetap sesuai dengan selera Indonesia.
“Kita tidak ingin jemaah haji terganggu ibadahnya hanya karena selera makan berkurang,” ucapnya.
Komisi VIII DPR RI meminta seluruh pihak penyedia layanan untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh sebelum masa pemberangkatan dimulai, agar pelaksanaan ibadah haji 2026 berjalan lancar dan nyaman bagi seluruh jemaah Indonesia.
RENDIKA MARFIANSYAH.
