Jenis-Jenis Plastik yang Harganya Naik Tiap Hari karena Konflik Timur Tengah

Jenis-Jenis Plastik yang Harganya Naik Tiap Hari karena Konflik Timur Tengah.
Sejak awal Ramadan 2026, harga berbagai jenis plastik, khususnya HDPE dan PP, mengalami lonjakan signifikan dan terjadi secara bertahap hampir setiap hari.--Radar Cirebon.
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO – Kenaikan harga plastik yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia juga dirasakan di Kabupaten Cirebon.

Sejak awal Ramadan 2026, harga berbagai jenis plastik, khususnya HDPE dan PP, mengalami lonjakan signifikan dan terjadi secara bertahap hampir setiap hari.

Salah satu pedagang plastik di Pasar Minggu Palimanan, Hasbi mengatakan, kenaikan harga sudah mulai terasa sejak awal puasa dan terus berlanjut hingga saat ini.

Baca Juga:Hari Pertama TKA SMP Mendikdasmen Warning Soal KejujuranMelejitnya Harga Plastik Bikin Pedagang Bumbu Dapur Menjerit, Terpaksa Digabung Biar Hemat

“Benar ada kenaikan. Dari awal puasa itu naiknya berangsur, hampir setiap hari selalu ada kenaikan,” ujar Hasbi saat ditemui Radar Cirebon, Minggu 5 April 2026.

Dijelaskannya, plastik jenis HDPE, terutama yang berkualitas bening, menjadi salah satu yang paling terdampak.

Selain itu, plastik jenis PP juga mengalami kenaikan tajam, bahkan kini harganya relatif merata di semua ukuran.

Menurutnya, kenaikan harga plastik tersebut berkisar sekitar 40 persen dari harga normal. Sebelumnya, harga plastik berada di kisaran Rp25 ribu.

Namun kini, untuk plastik jenis PP, seluruh ukuran dijual dengan harga sekitar Rp42 ribu.

“Kita sampai harus menghafal harga terbaru, karena sering naik. Jadi kadang lupa harga normalnya berapa,” katanya.

HDPE atau high-density polyethylene sendiri merupakan jenis plastik yang dikenal kuat, tebal, dan tahan lama sehingga banyak digunakan untuk kantong kresek dan wadah yang membutuhkan daya tahan tinggi.

Baca Juga:Persib Butuh 7 Kemenangan untuk Amankan Gelar Hattrick Juara Super League 2025/2026Komisi VII DPR RI Pastikan Kloter Pertama Jemaah Haji Berangkat 22 April 2026

Sementara itu, PP (polypropylene) memiliki karakter lebih ringan, lentur, dan cenderung bening, sehingga banyak dimanfaatkan untuk kemasan makanan seperti mika, thinwall, gelas plastik, dan berbagai jenis wadah lainnya.

Kondisi ini sejalan dengan yang terjadi di sejumlah daerah lain di Indonesia.

Kenaikan harga plastik disebut dipicu oleh konflik global yang berdampak pada pasokan bahan baku, mengingat sebagian besar material plastik masih bergantung pada impor dan turunan minyak bumi.

“Informasinya karena konflik, bahan bakunya impor, jadi ikut terdampak,” ungkap Hasbi

Kenaikan harga ini tidak hanya dirasakan pedagang, tetapi juga berpotensi membebani pelaku usaha kecil yang bergantung pada kemasan plastik.

Banyak pelaku usaha makanan dan minuman harus menyesuaikan harga jual atau mengurangi penggunaan kemasan demi menekan biaya produksi.

0 Komentar