Saat Purbaya Ngaku Baru Tahu Pembelian Motor Listrik BGN: Terlanjur Jalan, Tahun Ini Ga Ada Lagi

Saat Purbaya Ngaku Baru Tahu Pembelian Motor Listrik BGN: Terlanjur Jalan, Tahun Ini Ga Ada Lagi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab media di komplek istana Jakarta.
0 Komentar

PASUNDANEKSPRES.CO – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku baru mengetahui adanya pembelian motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang menjadi sorotan.

Ia mengatakan pembelian 25 ribu unit motor listrik oleh BGN tersebut menggunakan anggaran tahun sebelumnya.

“Dia (Kepala BGN Dadan Hindayana) bilang itu emang anggaran tahun lalu, yang sudah sempat terlanjur keluar itu,” kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu, 8 April 2026.

Baca Juga:Ikuti Arahan Pusat, ASN Bekasi Siap-siap WFH Setiap JumatSekda Uus Sebut Pegawai DKI yang Pakai Mobil Dinas ke Puncak untuk Konten Promosi

Lebih lanjut, Purbaya mengatakan BGN memastikan tahun ini tak adalagi anggaran pembelian motor.

“Tapi yang tahun ini, dia konfirmasi, nggak ada pembelian motor listrik baru, untuk program,” ungkapnya.

Realisasi pengadaan motor listrik saat ini baru mencapai 21.600-an dari target 24.400 unit.

Saat ditanya mengenai kabar penolakan pengajuan tambahan unit motor listrik, Purbaya mengatakan sisa pengadaan yang belum tiba di Indonesia akan ditolak.

“Kan sebagian udah keluar, sisanya ya ditolak. Jadi dibatasilah, bukan ditolak,” ujar Purbaya.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa pembelian motor listrik itu sudah masuk dalam anggaran 2025.

Dadan menjelaskan bahwa pihaknya hanya bisa merealisasikan sebanyak 21.800 motor dari target 24.400.

Baca Juga:Puskesmas Jatinunggal Diduga Tak Pinjamkan Ambulans ke Korban Laka, Kadinkes Sumedang Minta MaafTanggapi Seruan Saiful Mujani Gulingkan Prabowo Begini Respon Fahri Hamzah

“Ya motor listrik kan sudah ada dalam perencanaan 2025, masuk dalam anggaran 2025 dan realisasinya dari target 24.400 itu hanya bisa kita realisasikan 21.800-an dan sudah masuk ke dalam anggaran 2025,” kata Dadan.

Ia mengklaim jika pihaknya membeli motor tersebut dengan harga satuan dibawah pasaran yaitu Rp42 Juta.”Harga pasaran 52 juta, tapi kita beli kalau enggak salah 42 juta di bawah harga pasaran,” tegasnya.

RENDIKA MARFIANSYAH.

0 Komentar