D’Jahe King Hadirkan Kemasan Sachet, Lebih Simpel dan Terjangkau

KEMASAN SACHET: D'Jahe King berinovasi dengan menghadirkan kemasan sachet yang sukses menembus pasar warung-warung di tengah permukiman warga. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Belum genap setahun diluncurkan, D’Jahe King semakin diterima masyarakat Purwakarta. Serbuk jahe instan yang dikemas kekinian itu sukses menjadi seduhan favorit masyarakat. Terlebih, khasiat jahe diyakini dapat menambah daya tahan tubuh, hal yang sangat penting di saat pandemi Covid-19 ini.

Istimewanya, meski kian laris, hal itu tak membuat produsen D’Jahe King terlena. Malah terus berinovasi agar D’Jahe King semakin berkembang dan masuk di segala jenis pasar. Nah, salah satu inovasi teranyarnya adalah dengan membuat kemasan mini dalam sachet netto 15 gram, sehingga lebih simpel dan terjangkau.

Pengelola D’Jahe Suci Hendriani mengatakan, D’Jahe King menghadirkan kemasan sachet 15 gram agar harganya dapat dijangkau semua kalangan. “Sehingga pasar kami pun semakin luas, tak melulu toko dan supermarket tapi juga hingga ke warung-warung,” kata Suci kepada koran ini di Purwakarta, Selasa (1/12).

Dirinya menyebutkan, untuk kemasan standar 200 gram agak sulit masuk ke warung-warung karena ukuran dan harganya kurang sesuai dengan konsumen warung. “Jadi kami ingin manfaat D’Jahe King ini dinikmati seluruh lapisan masyarakat dan aksesnya mudah dijangkau seperti di warung di tengah permukiman warga,” ujarnya.

Untuk kemasan sachet 15 gram ini, kata Suci, dibanderol hanya Rp2.500 saja. Sementara yang ukuran 200 gram harga jualnya masih sama, yakni hanya Rp25.000 saja. “Dengan kemasan sachet ini semoga langsung diterima seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya.

Dirinya pun mengungkapkan, saat ini permintaan D’Jahe King kemasan sachet 15 gram semakin diminati. Bahkan sudah mulai menyalip permintaan yang ukurannya 200 gram dalam setiap bulannya.

“Yang ukuran 15 gram permintaannya mencapai 10.000 pcs per bulan. Sementara yang kemasan 200 gram 1.000 pcs per bulan,” kata Suci yang juga berprofesi sebagai guru ini.

Dirinya pun membeberkan jika D’Jahe King pada mulanya diproduski oleh seorang pemuda bernama M Zidane Firdaus yang pernah menjadi muridnya. Kala itu, Zidane kesulitan mencari kerja usai lulus sekolah dan memilih membuka peluang usaha sendiri.

D’Jahe King sendiri berbahan dasar jahe kemudian diracik ditambahkan bumbu penunjang lain seperti gula aren dan gula pasir.

“Zidane itu alumni di sekolah tempat saya mengajar. Karena punya keahlian dalam mengolah minuman ini, kemudian saya arahkan dan bantu pengolahan termasuk pemasarannya juga. Hasil penjualan sekarang alhamdulilah mencapai Rp6 juta per bulan,” kata Suci.(add/ysp)