Varash Ajak Hidup Sehat Tanpa Minum Obat

TANPA MINUM OBAT: Founder sekaligus Peramu Varash, I Putu Eka Suryawan saat menjadi pembicara pada Seminar Kesehatan dan Terapi Varash dengan tema Hidup Sehat Tanpa Minum Obat. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Kehadiran Varash begitu fenomenal. Empat tahun berdiri, minyak yang dibuat dari 108 jenis rempah khas Indonesia ini semakin dikenal dan menjadi pilihan masyarakat untuk mengobati berbagai penyakit.

Terlebih saat ini masyarakat semakin menyadari bahaya dan efek samping mengonsumsi obat kimia. Isu ini pula yang menjadi pembahasan pada Seminar Kesehatan dan Terapi Varash dengan tema Hidup Sehat Tanpa Minum Obat yang digelar di Hotel Grand Situ Buleud Purwakarta, Ahad (26/1).

“Varash ini asli produksi Indonesia. Lahir dari kebiasaan atau cara leluhur dalam mengobati orang yang sakit, yakni dengan menggosok atau membalur dengan minyak alami,” kata Founder sekaligus Peramu Minyak Varash I Putu Eka Suryawan saat menjadi pembicara utama pada seminar tersebut.

Dijelaskannya, Indonesia tempo dulu dengan berbagai kerajaan harus memiliki prajurit dengan ketahanan tubuh yang bagus dan wajib memiliki sistem pengobatan mumpuni sehingga selalu siap menghadapi penjajah.

“Saat ada prajurit terluka maka cara pengobatannya dibalur sambil didoakan. Itu khas Indonesia. Kekhasan itu yang diadopsi oleh Varash sehingga tercipta minyak penyembuhan yang komposisinya 108 tanaman herbal,” ucap Putu Eka.

Uniknya, saat mempraktikkan cara menggunakan Varash, Putu Eka berkali-kali mengingatkan para peserta seminar untuk selalu berdoa. “Yakinlah Allah akan menyembuhkan melalui perantara minyak Varash,” ucapnya.

Dijelaskannya, Varash memiliki sifat minyak yang aktif. Sehingga saat dioles, digosok atau dibalur, minyak tersebut akan aktif masuk ke pori-pori kulit dan mencapai kumpulan syaraf atau pembuluh darah.

“Penggunaan Varash tak ada efek sampingnya dan bahkan bisa dikombinasikan dengan pengobatan medis. Varash ini digosok bukan diminum atau ditelan, jadi tak ada efek sampingnya,” ucapnya.

Senada disampaikan pembicara lainnya, Dwi Yunyathi yang merupakan Leader Priority Varash. Dijelaskannya, prinsip pengobatan Timur ada tiga, yakni doa, sentuhan (cinta), dan keseimbangan energi.

BACA JUGA:  Politeknik Negeri Subang Gelar Career Expo dan Seminar

“Prinsip ini pula yang digunakan pada saat menggunakan minyak Varash. Sebelum membuka minyak Varash dianjurkan berdiam diri dulu, fokus dan berdoa mengharap keridhaan Allah untuk sembuh,” ucapnya.

Kemudian, kata Dwi, oleskan Varash ke beberapa titik tubuh. “Di sini prinsip sentuhan berlaku, dan pada saat Varash bekerja maka keseimbangan energi akan terjadi,” katanya.
Disebutkannya, Varash telah bersertifikat halal dan memiliki izin BPOM RI. “Minyak Varash ini bersifat aktif, jadi tak perlu kuat menggosok atau menekannya. Cukup dibalur atau digosok biasa sudah cukup,” ujarnya.

Ditemui di tempat yang sama, Distributor Varash Purwakarta Cici Cahyati menyebutkan, untuk bergabung menjadi reseller Varash sangat mudah. Cukup menghubungi dirinya di nomor 087779911870.

“Ada tiga paket yang ditawarkan, Pertama, Rp 2.780.000 langsung mendapatkan 12 Varash Healing Oil 100ml, 1 Varash Classic, 1 Varash Healing Oil 60ml, dan buku panduan,” ucapnya.

Kedua, kata dia, Rp 2.930.000 akan mendapatkan 10 Varash Classic 100ml, 1 Varash Healing Oil 60ml, dan buku panduan.

“Adapun ketiga, Rp 3.380.000 member langsung mendapatkan 7 Varash Classic 100ml, 6 Varash Healing Oil 100ml, 1 Varash Healing Oil 60ml, dan buku panduan,” kata Cici.(add/vry)