Seri Belajar Filsafat Pancasila 7

Kenapa Pancasila,Bukan Agama?

Oleh: Kang Marbawi

Salam saudara sebangsa dan setanah air, Indonesia. Indonesia adalah rumah kita bersama. Di dalamnya ada banyak 740 suku bangsa, agama, etnis, budaya, ribuan pulau, bahasa dan berbagai kekayaan alam yang tak hingga. Semua disatukan dalam satu kesepakatan bersama sejak tahun 1928: “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, Indonesia”.

Minggu yang lalu kita telah mendiskusikan tentang nilai dasar dan nilai general dari Pancasila. Diminggu lalu juga, ddiskusikan bahwa nilai-nilai Pancasila compatible atau sama dan sebangun dengan nilai-nilai agama. Namun Pancasila tidak bisa menggantikan agama. Juga telah mendiskusikan tentang sejarah lahirnya Pancasila. Pada posisi ini Pancasila tidak dipertentangkan dengan ajaran agama. Justru Pancasila menjadi tolok ukur dari implementasi perilaku beragama seseorang. Bisa disebutkan bahwa jika seseorang mengamalkan Pancasila, maka yang bersangkutan juga mengamalkan ajaran agamanya.

Lalu mungkin pembaca bertanya : kalau Pancasila tidak bertentangan dengan nilai agama, kenapa Pancasila yang dijadikan dasar negara, bukan agama yang dijadikan dasar negara ? Inilah yang akan kita diskusikan pada kesempatan kali ini.
Inilah hebatnya para funding fathers kita dahulu. Mereka memiliki pandangan jauh kedepan tentang Indonesia yang dicita-citakan. Indonesia yang bersatu dengan berbagai suku,agama, budaya, bahasa dan ragam budaya lainnya. Ada 740 suku bangsa di Indonesia, ada enam agama di Indonesia ada beragam budaya yang kesemuanya memiliki perbedaan dan filosofis sendiri.

Sebenarnya pertarungan agama dan Pancasila sebagai dasar negara, sudah berlangsung sejak sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Soal pertarungan ini, Insya Allah akan kita bahas diwaktu yang akan datang. Semoga Allah ridhoi.
Kembali ke pertanyaan kita tadi: Kenapa Pancasila menjadi dasar negara? Bukan agama yang dijadikan dasar negara.

Seperti sebuah bangunan gedung pencakar langit yang menjulang tinggi, gedung pencakar langit tersebut membutuhkan fondasi yang kukuh kuat, menghujam ke bumi. Fondasi tersebut mampu menyangga kebutuhan gedung pencakar langit tersebut serta berbagai aktivitas yang berjalan di setiap lantainya. Itulah kenapa Fondasi menjadi sangat penting dan yang pertama kali dibangun dalam sebuah proses pembanguan.
Begitupun Negara dan Bangsa Indonesia, dibangun di atas fondasi yang kukuh kuat.

Fondasi yang mampu menahan beban bangunan Negara-Bangsa, masyarakat Indonesia yang berbagai suku bangsa, agama, budaya dan bahasa. Untuk berkembang mengantarkan Bangsa Indonesia menjadi negara maju dan mampu mensejahterakan rakyatnya. Fondasi yang berakar-menghujam dalam ke dalam sanubari rakyat Indonesia. Fondasi yang berasal dari sari pati kearifan lokal Bangsa Indonesia.

Jika agama yang dijadikan fondasi dasar negara Indonesia, ada enam agama di Indonesia. Maka setiap agama akan mengklaim agama-nya lah yang paling pas untuk dijadikan dasar negara. Dan ini akan menjadi titik mula atau pemicu konflik.
Nah fondasi yang paling tepat dan pas serta sesuai dengan kondisi Bangsa Indonesia adalah Pancasila. Pancasila digali oleh para funding fathers Bangsa Indonesia yang berasal dari sari pati budaya dan kearifan lokal Bangsa Indonesia. Pancasila adalah common denominator atau penyebut yang sama atau sifat yang sama bagi seluruh Rakyat Indonesia. Nilai-nilai Pancasila adalah sama dan sebangun (compatible) dengan nilai Pancasila. Namun demikian, Pancasila tidak bisa menjadi subtitution atau pengganti dari agama.

Karena agama dan Pancasila berbeda dari sisi sumbernya. Sumber agama adalah wahyu, sementara Pancasila adalah nilai-nilai dan budaya lokal (kearifan lokal) yang berasal dari budaya Bangsa Indonesia sendiri. Ketika kita berbuat baik kepada sesama, maka perbuatan tersebut dinilai baik menurut Pancasila dan menurut agama kita masing-masing.

Jadi intinya, bagaimana kita mendefinisikan Pancasila sebagai dasar negara. Yang menjadi panduan hidup bagi bangsa, negara dan rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Pancasila menjadi dasar bagi semua perangkat kehidupan bernegara dan berbangsa. Dalam aspek kehidupan beragama, maka agamalah menjadi acuan utamanya.

Demikian, semoga bermanfaat. Mari kita diskusikan dan semoga bermanfaat. Wallahualam bishawab.. Afwan Salam Kang Marbawi.