31 Siswa dan 7 Guru SMPIT Cendekia Belajar Sembilan Hari di Kampung Inggris Pare

BELAJAR KE PARE: Sebanyak 31 siswa dan 7 guru SMPIT Cendikia berangkat ke Kampung Pare untuk menguasai Bahasa Inggris selama 9 hari. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Ketua Dewan Pembina Yayasan Sumber Daya Insani (Yasri) DR H Agus Muharam M.Pd beserta Ketua Yasri Ihsan Rizali M.Pd, melepas 31 siswa dan 7 guru Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Cendekia yang hendak melakukan learning trip ke Kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur.

Kunjungan ke Kampung Inggris Pare tersebut dilakukan selama 9 hari, mulai 14-22 Desember 2018.

“Ke-31 siswa akan berada di lingkungan yang kesehariannya menggunakan Bahasa Inggris. Harapannya, siswa mampu menguasai percakapan dan tata bahasa Inggris selama berada di Kampung Inggris Pare,” kata Agus kepada koran ini, Jumat (24/12).

Senada disampaikan Ihsan Rizali. Dirinya menyebutkan, learning trip merupakan program khusus bagi siswa SMPIT Cendekia. “Ke depan kegiatan ini akan menjadi program tahunan yang digelar di awal atau akhir semester,” ujar Ihsan.

Sementara itu, Kepala SMPIT Cendekia Rini Rosmiati menjelaskan, learning trip sesuai dengan rumusan awal sekolah yang memiliki program unggulan mengaktifkan Bahasa Inggris di lingkungan SMPIT Cendekia.

“Diharapkan, setelah dari Pare ini, seluruh siswa dan guru dapat menerapkan ilmu yang didapatkannya di lingkungan sekolah. Misalnya, SMPIT Cendekia menjadi English Area atau lingkungan berbasis Bahasa Inggris,” kata Rini.

Lebih lanjut Rini mengatakan, selama betada di Kampung Inggris Pare, siswa tidak hanya belajar Bahasa Inggris tapi juga belajar kemandirian. “Sementara bagi guru yang ikut menjadi tahu sistem, konsep, atau metode apa yang dipakai, sehingga bisa menerapkannya di sekolah,” ujarnya.

Salah seorang orangtua siswa, Nunik, mengapresiasi pihak sekolah terkait learning trip tersebut. “Ini terobosan yang sangat positif. Ada rekreasinya ada pula edukasinya,” kata orangtua dari siswa bernama Azwa ini.

Hal tersebut juga diamini Yuyun, orangtua siswa bernama Razi. “Kita sebagai orang tua merasa senang campur sedih. Senang karena programnya bagus, sedih karena harus berpisah sementara dengan anak,” ujarnya.

Namun, lebih dari itu, Yuyun berharap kunjungan ke Kampung Inggris Pare bisa menambah pengetahuan, pengalaman, dan kemandirian seluruh siswa. “Mudah-mudahan Bahasa Inggrisnya menjadi lebih lancar,” ucapnya.(add/man)