Dedek: Kubu Prabowo Menebar Pesimisme Bohong

Dedek Prayudi, juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

JAKARTA-Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi mengaku tak heran dengan Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto yang dianggap konsisten menebar pesimisme bohong.

Anggota TKN Jokowi-Ma’ruf Amin ini menilai bahwa miskinnya gagasan pembangunan memaksa Prabowo untuk menebar pesimisme walau tidak sesuai data.

“Kami menilai ini dilakukan karena Pak Prabowo tidak memiliki cara lain untuk mendongkrak elektabilitasnya, sehingga terpaksa berupaya menurunkan elektabilitas pak Jokowi. Terutama dengan cara menekan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja beliau, termasuk dengan berbohong,” ujar politisi yang akrab dengan sapaan Uki.

Uki sudah memiliki catatan atas berita bohong yang disebarkan oleh Prabowo. Di antaranya rakyat makin miskin, 99% rakyat Indonesia hidup sangat pas-pasan dan tingkat ekonomi Indonesia setingkat Rwanda dan Haiti.

“Pertama, adalah soal rakyat makin miskin. Sejak awal pak Prabowo tidak pernah membuka data soal kemiskinan, karena data BPS maupun Bank Dunia menunjukkan angka kemiskinan terus ditekan dan mencapai titik terendahnya sejak Indonesia merdeka, yakni single digit,” terang Uki.

“Juga soal 99 persen rakyat Indonesia hidup sangat pas-pasan yang kemudian sudah dibantah oleh Bank Dunia sendiri. Terakhir adalah menyandingkan ekonomi Indonesia dengan Rwanda dan Haiti. PDB perkapita Indonesia tahun 2017 adalah USD3.846 dengan tingkat ketimpangan 0,38 sedangkan Rwanda PDB nya USD749 dengan tingkat ketimpangan jauh lebih tinggi, 0,45,” ujar Uki.

Mantan peneliti kebijakan United Nations Population Fund ini juga menegaskan bahwa pembangunan ekonomi sudah berada di jalur yang benar walaupun masih terdapat Pekerjaan Rumah yang harus dikerjakan.

“Pembangunan ekonomi sudah ‘on the right track’, hanya PR pembangunan masih dan akan selalu ada. Salah satunya, pengangguran berhasil ditekan ditengah meningkatnya angkatan kerja tiap tahun. Kedepan, Pak Jokowi akan memperluas dan merevitalisasi sentra-sentra digital untuk menjawab tantangan jaman dan menekan pengangguran sekaligus,” tutup Uki.(rls/man)