Jimmy Kecewa DLHK Diam Saja, Bendungan Barugbug Tong Sampah Perusahaan

UNJUKRASA: Sejumlah emak-emak melakukan aksi unjuk rasa karena kekhawatirannya kondisi Bendungan Barugbug yang semakin tercemar limbah. USEP SAEPULOH/PASUNDAN EKSPRES

KARAWANG-Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari menilai, kinerja Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten (DLHK) Karawang, tidak mampu menangani pencemaran Sungai Ciherang dan Sungai Cilamaya yang mengalir ke Bendungan Barugbug. Akibatnya, kondisi Bendungan Barugbug airnya semakin tercemar.

“Sebenarnya tidak ada yang sulit. Yang sulit itu tidak ada kemauan,” ujar pria yang akrab disapa Jimmy ini.
Dikatakan, sejak beberapa tahun terakhir, kondisi air Sungai Ciherang dan Sungai Cilamaya yang mengalir ke Bendungan Barugbug berwarna hitam pekat dan menimbulkan bau tak sedap. Kondisi itu terjadi setiap musim kemarau, dan telah berlangsung lama. “Diperkirakan kondisi itu sudah berlangsung lebih dari 14 tahun,” katanya.

Dijelaskan, kondisi air sungai tersebut menjadi tercemar karena sejumlah perusahaan yang ada di wilayah Subang dan Purwakarta diduga membuang limbah sembarangan. Jimmy menyarankan, agar perwakilan dari Pemkab Karawang memanggil atau menemui langsung pihak terkait. “Termasuk membahasnya bersama Bupati Subang dan Bupati Purwakarta, termasuk kepada organisasi perangkat daerah terkait. Kondisinya sudah jelas, ada pencemaran,” katanya.

Menurutnya, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang terkesan diam atas kondisi pencemaran sungai, itu membuat dirinya kecewa.