Libur Lebaran Macetkan Subang Selatan, Jalur Lingkar Cagak Bisa jadi Solusi

MACET: Kemacetan parah terjadi di jalan raya Tangkuban Parahu menuju Subang, Sabtu malam (8/6). YUSUP SUPARMAN/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Arus lalu lintas di jalan raya wilayah Subang menuju Bandung terpantau padat satu hari sejak Idul Fitri. Baik roda dua maupun roda empat memadati jalur tersebut.
Seperti biasa kepadatan tersebut karena masyarakat yang hendak menikmati libur lebaran dengan mengunjungi sejumlah objek wisata.

Pantauan Pasundan Ekspres (8/6), titik kepadatan lalu lintas berada di jalan raya sekitar Pasar Jalancagak. Kendaraan harus melaju dengan kecepatan rendah. Terlihat sejumlah anggota polisi melakukan pengamanan lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan.

Kepadatan kendaraan di jalan raya Pasar Jalancagak kerap kali terjadi di saat libur panjang. Wacana untuk mengurangi kepadatan dengan cara dibuat jalur lingkar cagak sempat bergulir beberapa tahun silam. Namun hingga lebaran tahun ini belum kunjung teralisasi.

Hal itulah yang kemudian dipertanyakan oleh Anggota DPRD Subang, Oom Abdul Rohman. Dia mengatakan, dibuatnya jalur lingkar untuk menjawab keluhan dari pengendara yang melintas jalur Jalancagak khususnya di Pasar Jalancagak.
Jalan tersebut biasa terjadi macet ketika libur panjang seperti libur tahun baru dan juga libur lebaran. “Warga masyarakat di sana merasa terganggu juga dengan adanya kemacetan di sana,” jelasnya.

Dia menuturkan, untuk merespon tersebut sempat dibahas antara Pemda dengan DPRD Subang. Namun sampai sekarang realisasi untuk pembuatan jalannya belum kunjung dilakukan.
Dia meminta ketika DED tersebut telah dibuat agar segera direalisasikan untuk pembangunan. Dia meminta tahun 2020 sudah dibangunkan jalur lingkar cagak. “Saya berharap 2020 bisa dianggarkan,” ujarnya.

Sementara itu, kemacetan parah terjadi di jalan Raya Tangkuban Parahu sejak sore hari (8/6). Kendaraan roda dua maupun roda empat terpantau mengular menuju arah Subang.
Kemacetan parah tersebut baru selesai sekitar pukul 23.00 untuk menuju arah Subang. Sementara kemacetan setelah itu sebaliknya menuju ke arah Bandung.

BACA JUGA:  Pendapatan Menurun Drastis, Sopir Angkot Keluhkan Kemacetan di Lembang

Di sepanjang jalan tanjangan Tangkuban Parahu menuju Subang terlihat para pengendara yang mogok. Baik roda dua maupun roda empat. Terutama motor matic banyak yang mogok.
Terpantau di jalan yang minim penerangan itu banyak pengendara yang mendorong motornya, karena kondisi motor tidak layak jalan. Bahkan ada beberapa motor yang tidak bisa jalan sama sekali. Akibatnya, sebagian motor diangkut oleh mobil bak terbuka.

Kondisi macet parah yang menyebabkan banyak motor yang mogok tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memperbaiki motor tersebut. ‘Bengkel berjalan’ itu sangat membantu pengendara yang mogok.

Selain itu, kondisi tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk berjualan seperti air mineral.
Febri salah pengendara mengaku harus mendorong kendaraannya meskipun kondisi jalan menanjak. “Iya terpaksa didorong karena tadi keluar asap, jadi harus dimatikan motornya, didorong saja ke atas,” ujarnya.
Petugas kepolisian terpantau berusaha mengurai kepadatan kendaraan.(ysp/vry)