Pemilu Serentak yang Melelahkan, TPS 31 Pusakaratu Harus Pemilihan Ulang

SURAT SUARA TERTUKAR: Perwakilan Komisioner Bawaslu, KPU, Camat, Kapolsek, Danramil, PPK, Panwascam, Kepala Desa Pusakaratu, PPS dan KPPS saat mensyawarah di TPS 31 Pusakaratu, Rabu (17/4). Akhirnya bawaslu merekomendasikan pemilihan ulang. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Pemilu 2019 benar-benar melelahkan. Sejumlah persoalan muncul, bahkan hampir saja menimbulkan permasalahan yang amat krusial. Mulai dari surat suara tertukar, logistik yang datang terlambat hingga kesulitan para pemilih mencoblos surat suara. Inilah Pemilu gabungan pertama antara pemilihan presiden (pilpres) dan legislatif.

Masalah keterlambatan logistik di Kecamatan Subang misalnya, membuat para panitia Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) harus melek semalaman menunggu logistik. Masalahnya, surat suara untuk Kecamatan Subang tertukar dan dibawa ke Pantura. Sejumlah logistik baru datang antara pukul 3.00 dini hari hingga pukul 6.00 WIB.

Keterlambatan logistik terjadi di TPS 16 Kelurahan Pasirkareumbi. Ketua TPS Yadi Suryadi mengungkapkan, keterlabatan kedatangan logistik cukup membuat resah dirinya dan anggota TPS. Pasalnya Yadi merasa khawatir petugas kelelahan.
“Sudah jelas dituliskan imbauan di buku panduan juga, jika panitia di TPS di anjurkan tidak begadang, istirahat maksimal pukul 9 malam. Ini boro-boro istirahat, logistiknya aja belum sampe, jadi dilema, tidak ada kepastian. Mau ditinggal pulang, takut datang, kan harus bikin berita acara,” ungkapnya, pukul 1 dini hari tadi.
Kejadian ini tentu saja mendapat respon dari masyarakat, yang mempertanyakan kinerja KPUD Subang. Hal tersebut dikemukakan oleh Ryan Septiansyah yang merasa kecewa. Kata dia, seharusnya peristiwa tertukarnya logistik tidak terjadi. “Datangnya jam 5.30 WIB, kan krusial. Bikin repot, mestinya tidak terjadi tertukarnya logistik itu jika kinerjanya KPUD lebih cermat dan teliti,” ungkasnya.
Permasalahan lain muncul di TPS 31 Dusun Ciawitali Desa Pusakaratu, Kecamatan Pusakanagara. Surat suara DPRD Subang tertukar antara Dapil V dengan Dapil VI.

Kejadian tersebut ditemukan oleh pemilih yang hendak menggunakan pilihanya saat berada di bilik suara. Dari total 278 DPT, telah ada 143 surat suara yang tercoblos. Dari jumlah tersebut diasumsikan, sekitar 145 suara yang tercoblos merupakan Surat Suara DPRD Dapil VI sekitar 100 persen.

BACA JUGA:  PPK Kelelahan, Hanya Tidur 2 Jam Sehari

Dari jumlah tersebut hanya surat suara DPRD Subang yang tercoblos, namun tertukar dapil. Pemungutan suarapun dihentikan atas kesepakatan saksi, panwas TPS serta KPPS.

Adanya informasi tersebut mengundang perhatian dari Bawaslu dan KPU Subang. Pihak penyelenggara bersama Muspika Kecamatan Pusakanagara pun menggelar musyawarah terbatas dilokasi TPS 31.

Dengan kejadian ini, Panwascam Pusakanagara bersama yang didampingi Bawaslu Subang memberikan rekomendasi untuk melakukan pemungutan dan penghitungan suara lanjutan di TPS 31 Desa Pusakaratu. Paling lambat digelar 10 hari setelah pemilu. Hal itu berdasarkan PKPU Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara

“Rekomendasi dari kita dilakukan pemungutan dan penghitungan lanjutan atau bahasa kitanya pemungutan suara ulang, ini untuk menjaga situasi kondisi sini. Sebab yang tercoblos itu asumsinya 100 persen dari Dapil VI dan signifikan. Surat suara sisanya pun masih banyak Dapil VI, kita layangkan surat rekomendasi ke PPK,” bebernya.

Komisioner KPU Ratih Yeti Pujiwati secara singkat menuturkan, pihaknya menerima saran dan rekomendasi dari Bawaslu Kab. Subang. Namun berkaitan dengan waktu pelaksanaan akan dirapatkan melalui Rapat Pleno bersama Komisioner KPU Subang lainnya.

“Mau Di-plenokan dulu, setelah dapat surat rekomendasi dari Bawaslu. Untuk kapannya nanti akan segera diputuskan,” katanya.

Camat Pusakanagara Dra Ela Nurlela yang hadir bersama Muspika mengatakan, pihaknya tidak ingin situasi dan kondisi ibi berlarut-larut dan menjadi bola panas. Ia harapkan segera ada keputusan mengenai kapan akan dilaksanakan PSU.

“Ini yang tertukarkan hanya satu TPS, tidak semuanya. Dari 159 itu yang tertukar satu, jadi saya harapkan ini tidak membuat seakan-akan ada hal yang jelek. Ini ada solusi, nah solusinya kita harapkan segera dilakukan,” bebernya.

BACA JUGA:  Bangbang Langsung Soroti Serapan Anggaran

Setelah musyawarah usai dilakukan, kelengkapan logisitik dan sisa surat suara diamankan ke PPK pusakanagara. Musyawarah turut dihadiri oleh Komisioner Bawaslu Subang, Komisioner KPU, Camat Pusakanagara, Kapolsek Pusakanagara, Danramil Pusakanagara, PPK Pusakanagara, Panwascam Pusakanagara, Kepala Desa Pusakaratu, PPS dan KPPS.(idr/ygi/man)