Peuyeum (Tape) khas Ciruluk Kalijati Memiliki Cita Rasa Tersendiri

CIRI KHAS: Pengrajin peuyeum Ciruluk Ibu Warnengsing (berbaju kuning), memamerkan peuyeum Ciruluk buatannya. INDRAWAN/PASUNDAN EKSPRES

Dibungkus Daun Kemiri, Membuat Paduan Asam Manis Lebih Pas

Peyeum atau tape bagi masyarakat Jawa Barat adalah makanan ringan yang tidak asing. Pada umumnya, peuyeum ini terbuat dari singkong yang dipermentasi bersama ragi, namun lain halnya dengan peuyeum khas Ciruluk.

LAPORAN: INDRAWAN, Kalijati

Tidak banyak daerah yang mempunyai peuyeum khas seperti di Ciruluk Kalijati, Subang. Cirukuk sudah lama dikenal dengan istilah kampung peuyeum, dengan varian peuyeum yang berbeda dengan peuyeum biasanya. Bila biasanya dikenal dengan permentasi singkong dan ragi, maka di Ciruluk peuyeum adalah campuran beras ketan, dengan ragi, yang diberi pewarna alami dari daun katuk, dan bungkus dari daun kemiri.

Dari sekian banyak pengrajin Peuyeum di Ciruluk, Pasundan Ekspres berhasil menemui salah satu pengrajin peuyeum Ciruluk, Ibu Warnengsih. Menurutnya, dia sudah belajar membuat peuyeum Ciruluk ini dari kakek dan neneknya.

“Kebanyakan para pembuat peuyeum di Ciruluk belajar secara turun temurun. Bisa dikatakan sebagai warisan dari nenek moyang. Awalnya membantu orang tua, kemudain menjadi bias. Orang tua saya juga gitu dulu. Bantu kakek nenek saya bikin peuyeum,” jelasnya kepada Pasundan Ekspres.

Dia menambahkan, peuyeum Ciruluk ini banyak mendapati permintaan jika terdapat hari-hari besar. Seperti lebaran, atau bahkan hajatan warga. Warnengsih mengaku, sebagai pengrajin dirinya mendapati kesulitan dalam memasarkan peuyeum buatannya, jika tidak terdapat pemesanan untuk perayaan lebaran atau hajat pernikahan masyarakat.

“Kalau produksi saya nyaris tidak kesusahan, karena juga sudah biasa bikin. Paling untuk memasarkannya saja saya pribadi merasa kesulitan. Selain waktunya juga mepet, karena dari mulai pembuatan peuyeum hingga pemasaran biasa mengerjakan sendiri, hingga tidak adanya kelomopok pengrajin pembuat peuyeum yang bisa memasarkan hasil peuyeum,” tambahnya.

BACA JUGA:  PT Indofood Sukses Gelar Festival Mie

Dia berharap, melalui Unit Usaha di BUMDes, dirinya bisa menyalurkan setiap produksi dengan maksimal, tidak usah repot dengan pemasarannya juga. Saat ini, peuyeum Ciruluk tidak hanya dipasarkan di sekitar Subang saja, namun juga sudah dipasarkan hingga ke luar daerah seperti Bandung, Jakarta, Karawang dan Bekasi.

Sementara itu pengrajin yang lain, Lilis menjelaskan, keistimewaan peuyeum Ciruluk dibanding dengan daerah lainnya. Menurutnya cara pembuatannya sama saja dengan pembuatan peuyeum di daerah lain. Lilis juga heran, banyak orang yang mengatakan peuyeum Ciruluk memiliki rasa yang lebih baik dari peuyeum daerah lainnya. Menurut penggemarnya, peuyeum Ciruluk memiliki paduan rasa asam manis lebih pas dibanding peuyeum lainnya.

“Mungkin yang membedakan daun pembungkusnya, kami menggunakan daun muncang (kemiri) sebagai pembungkus peuyeum,” pungkas Lilis.
Dia menambahkan, saat ini peuyeum Ciruluk memiliki kemasan toples, yang mampu bertahan sampe 6 bulan jika disimpan pada lemari pendingin.(*/vry)