Jangan Remehkan Pedagang Timbel, Omzet Sehari Bisa Rp2,5 Juta

MENGUNTUNGKAN: Di tengah persaingan usaha rumah makan dan restoran, warung nasi timbel terbilang masih bertahan hingga kini. Tak hanya itu, omzet yang diraih pun terbilang masih menguntungkan. INDRAWAN/PASUNDAN EKSPRES

Disukai Pegawai hingga Pelajar

Nasi timbel sudah bukan hal yang asing bagi kalangan menengah ke bawah. Bahkan penyuka makanan khas ini terbilang cukup banyak. Hal ini pula yang menyebabkan usaha warung nasi timbel terus bertahan diantara persaingan rumah makan lainnya.

KEBERADAAN warung nasi timbel di kota Subang, seperti jamur di musim hujan. Ada di berbagai titik sudut kota. Nasi timbel merupakan makanan pilihan tempat untuk setiap warga Subang. Berbagai kalangan, bahkan berbagai profesim bisa datang ke warung nasi timbel.

Sebut saja warung nasi timbel WI. Warung nasi timbel yang berlokasi di depan kantor Telkom ini selalu ramai pembeli. Terlebih jika sudah waktunya jam makan siang. Tak heran omzet setiap harinya bisa mencapai jutaan rupiah.

“Sehari paling sedikit dapat Rp500 ribu,” Jawab Entin, pemilik warung nasi timbel WI saat Pasundan Ekspres menanyakan berapa omset yang didapat setiap harinya, kemarin (21/12).
Menurut Entin, di waktu-waktu tertentu, seperti bulan puasa, warung nasi timbel miliknya bisa memperoleh omzet hingga Rp2,5 juta dalam sehari.

“Kecuali kalau bulan puasa. Biasanya lebih banyak lagi pendapatannya. Bisa sampai Rp2,5 juta sehari,” tambahnya.
Menurut Entin, sambel dan goreng tempe rata-rata banyak disukai oleh para pembelinya. Hal itu membuatnya bisa sampai puluhan kali membuat sambel dadakan dalam sehari.

Seorang pelanggan, Danang mengaku sambel pedas khas warung nasi WI membuat selera makannya tinggi. Apalagi ditambah dengan gorengan dan harganya yang murah, membuatnya setiap makan siang selalu mampir ke warung nasi timbel WI milik Entin ini.

“Sambelnya mantap, pedes, bikin keringetan, itu sih yang bikin nagih untuk datang lagi ke sini,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Kedai Soto Padjajaran 212 Suguhkan Citarasa Khas

Lain warung nasi timbel WI, lain juga warung nasi timbel Nini Wowo. Warung nasi timbel Nini Wowo ini buka setiap menjelang sore. Berlokasi di area lapangan Cikondang, warung nasi timbel Nini Wowo juga tidak kalah dengan warung nasi timbel WI. Terutama dalam penghasilan. Setiap harinya omzet warung nasi Nini Wowo bisa mencapai Rp1,5 juta dalam sehari.

Saimah selaku pemilik warung nasi timbel Nini Wowo mengaku belum mengetahu secara pasti kenapa usaha warung nasi timbelnya dinamai Nini Wowo. Yang jelas, selain penamaannya yang unik, warung nasi ini juga memiliki pelanggan yang tidak sedikit. Padahal keberadaannya hanyalah di pinggir jalan, jauh dari kesan istimewa, apalagi elit.

“Pelanggan mah banyak, dari pegawai, yang tidak sengaja lewat, anak sekolah, macem-macem. Penghasilan sehari sampe satu setengah, Alhamdulilah,” ujar Saimah.

Wati yang saat itu kebetulan lewat dan memutuskan untuk mampir ke warung nasi timbel Nini Wowo, mengaku bahwa keputusannya mampir ke warung nasi timbel karena mengikuti seleranya saja.

“Ya, selera saya nasi timbel aja. Kalau misalkan kita mau beli baso yah, ada tukang baso yang enak dimana gitu, misalkan di virgo. Nah kalau mau beli timbel mah, gak tau perasaan teh semua nasi timbel enak. Sama aja,” jelasnya.

Rupanya warung nasi timbel di Subang merupakan usaha yang paling menjanjikan. Tidak jarang kedai atau kafe yang tempatnya didesain tematik, dengan konsep menarik dan trategis sekalipun, sebagian tidak mampu bertahan lama di kota ini. Namun warung nasi timbel mampu perkasa dengan tetap bertahan walaupun tempat seadanya.

Rata-rata dari setiap warung nasi timbel di Subang menjual 150 bungkus timbel per hari. Bahkan lebih. Belum lagi nama-nama warung nasi timbel populer, seperti nasi timbel Persikas, peternakan, atau warung nasi timbel Yanto. Untuk nama-nama warung nasi timbel ini diperkirakan bisa lebih dari 150 bungkus nasi timbel per hari. (idr/din)