Satwa Langka Diserahkan ke BBKSDA, Beri Edukasi Warga Tentang Konservasi

DILINDUNGI: Proses penyerahan dua ekor hewan kepada petugas BBKSDA dilakukan warga Desa Kalentambo, kemarin (4/1). YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

PUSAKANAGARA– Warga Desa Kalentambo menyerahkan secara sukarela dua ekor satwa kepada BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam) Jawa Barat. Dua ekor satwa yang diserahkan diantaranya satu ekor monyet ekor panjang serta satu ekor elang bondol. Elang bondol merupakan salah satu satwa dilindungi, karena keberadaannya hampir punah.

Warga Desa Kalentambo, Durotun mengatakan, penyerahan dua ekor satwa langka itu dilakukan dengan sukarela. Sebelumnya, dua satwa langka itu diamankan warga di dua tempat berbeda.
Durotun menyebut, monyet ekor panjang dan elang bondol sebelumnya milik warga setempat. “Monyet itu tadinya punya warga sini, dirawat dari kecil, tapi karena tempo hari ada kejadian yang mengancam keselamatan warga, jadi sepakat sama pemiliknya untuk diamankan,” jelas Durotun.

Sementara itu mengenai elang bondol, Durotun mengaku, sebelumnya warga menemukan dan mengamankan elang dengan kepala warna putih itu di area pesawahan.

“Ada warga yang menemukan. Kayanya ada pemiliknya, tapi kabur. Nah sama kita diamankan karena kan elang itu satwa dilindungi ya,” bebernya.

Akhirnya setelah berdiskusi panjang dengan warga lain, ia memutuskan untuk menyerahkan dua satwa tersebut ke BBKSDA.
“Saya coba cari kontaknya di internet, akhirnya dapat dan dihubungi. Alhamdulillah langsung nyambung,” bebernya.
Tidak hanya itu, petugas BBKSDA juga sempat memberikan edukasi dan sosialisasi pada masyarakat serta anak sekolah mengenai konservasi satwa.

Seperti diketahui, elang bondol merupakan spesies yang tinggal di pulau seribu. Hewan ini sangat mudah dikenali, karena memiliki bulu putih yang menutup kepala sampai leher dan punggung berwarna cokelat kemerahan.

Spesies ini juga disebut terancam punah. Peneliti burung dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan, bahwa warna bulu yang dimiliki elang bondol adalah ciri khasnya, yaitu memiliki warna bulu cokelat kemerahan.

Sebenarnya, bulu putih yang dimiliki elang bondol tidak hanya menutupi kepala sampai leher. Tetapi juga menutupi dada hingga perutnya. Selain itu, elang bondol memiliki karkateristik yang sama seperti elang lain, yakni memiliki paruh melengkung dengan ujung runcing untuk merobek atau mengoyak mangsa, dan cakarnya tajam untuk mencengkeram. Burung bersayap lebar itu banyak hidup di bakau, tepi pantai, pulau, dan sepanjang aliran sungai. Bahkan wilayah sebaran burung ini disebutkan cukup luas. Hampir di seluruh Indonesia dan semenanjung Malaya.

Dengan habitat dekat perairan, elang bondol merupakan pemangsa ikan yang lihai. Ia bisa memakan aneka jenis ikan, baik ikan tawar maupun laut dengan cara menangkapnya dari atas permukaan air. Elang bondol merupakan burung yang dilindungi, sama seperti burung pemangsa lainnya.

Seperti kebanyakan hewan dilindungi lainnya yang terancam punah, ancaman populasi elang bondol juga disebabkan manusia. Terlebih karena perburuan ilegal dan menyempitnya habitat asli.
Sementara monyet ekor panjang atau Macaca fascicularis memang monyet populer. Monyet dengan ekor panjang inilah yang sering terlihat. Selain populasi monyet jenis ini cenderung masih banyak, kemampuannya beradaptasi membuat monyet ekor panjang terbiasa dengan kehadiran manusia sehingga banyak dipelihara. Bahkan monyet ini populer dipergunakan dalam atraksi “topeng monyet”.

Dalam bahasa Inggris, monyet ekor panjang dinamakan Crab-eating Macaque atau Long-tailed Macaque. Sedangkan dalam bahasa latin (nama ilmiah) primata ini dinamai Macaca fascicularis yang bersinonim dengan Macaca irus.

Di beberapa daerah di Indonesia, monyet ekor panjang disebut dengan berbagai nama seperti Bojog (Bali), Kethek atau Munyuk (Jawa), Monyet, Kunyuk atau Onces (Sunda).

Monyet yang berkerabat dekat dengan Beruk Mentawai dan Monyet Hitam Sulawesi ini sering dijadikan hewan peliharaan juga juga sering dimanfaatkan untuk keperluan penelitian medis dan sebagai hewan percobaan. Di Indonesia, monyet ekor panjang sering juga dijadikan pertunjukan topeng monyet.(ygi/din)

Elang Bondol
• Tinggal di pulau seribu.
• Memiliki bulu putih menutup kepala sampai leher dan punggung berwarna cokelat kemerahan.
• Terancam punah dan merupakan burung yang dilindungi.
• Memiliki paruh melengkung dengan ujung runcing dan cakarnya tajam.
• Banyak hidup di bakau, tepi pantai, pulau, dan sepanjang aliran sungai.
• Wilayah sebaran hampir di seluruh Indonesia dan semenanjung Malaya.
• Habitat dekat perairan.
• Pemangsa ikan, baik ikan tawar maupun laut.

Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis)
• Populasi cenderung masih banyak
• Mudah beradaptasi dengan kehadiran manusia
• Banyak dipelihara.
• Bukan merupakan hewan dilindungi