Suka Duka Linmas Desa, Masuk Hansip Sejak Usia 20 Tahun

Suka Duka Linmas Desa, Masuk Hansip Sejak Usia 20 Tahun
SEMANGAT: Aca, Anggota Linmas Desa Kaliangsana. INDRAWAN/PASUNDAN EKSPRES
0 Komentar

Hingga Sekarang Hanya digaji Rp 600 Ribu selama Setahun

Pertahanan sipil atau saat ini disebut Satlinmas berperan penting dalam lingkungan masyarakat. Dari dulu hingga sekarang, tugas dan fungsi Satlinmas tidak berubah. Antara lain, membantu penanggulangan bencana, keamanan, kegiatan sosial kemasyarakatan, ketentraman, ketertiban dan keamanan dalam penyelenggaraan pemilu dan upaya pertahanan negara. Bagaiamana suka duka menjadi anggota Linmas?

LAPORAN: INDRAWAN, Kalijati

Aca, menjadi Linmas sudah puluhan tahun. Dia mengabdi menjadi penjaga kantor desa. Banyak suka duka yang sudah di lewati selama menjadi pelindung masyarakat (Linmas) Desa Kaliangsana Kecamatan Kalijati.

Niatnya menjadi seorang Linmas bukan tanpa alas an. Aca bertekad menjaga keamanan lingkungan dan meyakini pekerjaan sebagai penjaga kantor desa dirasakannya sebagai ibadah dan banyak keberkahan yang didapat. Di tengah aktivitasnya menjaga kantor desa, Aca pada Pasundan Ekspres menceritakan suka dukanya menjadi penjaga kantor desa.

Baca Juga:Mobil Dinas Dikerahkan Antar Jemput Jamaah HajiDiduga Ada Oknum, 500 Perusahaan Tunggak BPJS

“Saya mulai menjadi Linmas yang dulu mah namanya Hansip, (ketahanan sipil) waktu umur saya baru 20 tahun kalau tidak salah. Pada zaman dulu mah pemuda wajib ikut. Sampai akhirnya saya diajak sama bapak lurah pada zaman itu, dilanjutkan ke setiap pergantian kepala desa sampai kepada pak Usnari sekarang,” ungkapnya.

Meski saat ini hanya mendapati gaji Rp600 ribu dalam satu tahun, Aca tetap konsisten dan semangat, menjadi garda depan penjamian kemanan, dan kenyamanan masyarakat. Padahal dari penampilan fisik, usia Aca sudah tidak muda lagi. Lebih lanjut Aca menceritakan suka dukanya selama menjaga kantor desa.

“Selama menjaga kantor Desa saya pergunakan 3K1J (Keamanan, ketertiban, kebersihan dan Jaga kantor). Banyak suka duka saya, dan banyak pelajaran juga dalam menapaki kehidupan. Dukanya ketika ada tamu yang niat mau ketemu pak lurah terus gak ada, saya dianggap berbohong, itu di siang hari. Pada malam hari saya jaga kantor bersama beberapa teman yang kebagian piket. Saya bersyukur dalam menapaki hidup, sebab kalau bicara gaji mah ya gak cukup, tapi yang namanya rezeki kalau kita syukuri, barokah yang didapat,” tambah Aca.

0 Komentar