Teddy Gusnaidi ‘Semprot’ AHY: Jangan Cengeng, Partai Politik Bukan Perusahaan Keluarga

JAKARTA- Politikus Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi menilai, upaya kudeta terhadap Agus Harimurti Yudhono (AHY) dari Ketua Umum Partai Demokrat melalui Kongres Luar Biasa (KLB) merupakan hal yang legal. Sebab KLB itu dilakukan oleh orang-orang partai sendiri. Sehingga Teddy menyarankan agar AHY tidak cengeng.

“Laki-laki dan politisi itu jangan cengeng, kalau cengeng ya jangan jadi politisi. Perebutan kekuasaan di internal itu hal yang biasa, mungkin pemilik suara tidak puas dengan kinerja elu. Hadapi jangan merengek takut kehilangan posisi. Ini Partai politik bukan grup WA yang anda adminnya,” ucap Teddy Gusnaidi lewat keterangan tertulisnya dikutip Rabu (3/2).

Teddy Gusnaidi mengatakan, upaya kudeta itu, anggap saja sebagai masukan terhadap Demokrat. Teddy menilai hal itu wajar dalam dunia politik.

“Ya itu hal yang wajar di politik, tinggal elu kuatkan pemilik suara, elu “main catur”, sehingga mereka solid dukung elu. Kalau elu gak pandai menari, jangan lantai yang disalahkan,” katanya.

Lebih lanjut, Teddy menilai, Partai Politik bisa diambil paksa, sebab itu bukan perusahaan. Partai Politik tergantung dari pemilik suara.

“Partai bukan perusahaan keluarga dan pemilik suara di sana bukan karyawan perusahaan, jadi tidak bisa mereka mengikuti maunya elu. Ketika pemilik suara menilai lu gak sanggup memimpin Partai ya sudah, tapi jangan lu salahin orang-orang pemerintahan, itu pengecut namanya,” ucapnya.

Dewan Pakar PKPI ini mengatakan, seharusnya AHY memperlajari anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai.

“Makanya elu baca san pahami AD/ART, disitu ada tugas dan kewajiban elu sebagai ketua umum, jika elu gak jalankan tugas dan kewajiban elu, maka para pemilik suara di Partai berhak untuk mengadakan KLB untuk menggantikan elu,” kata dia.

Lebih lanjut Teddy Gusnaidi menyarankan AHY agar meminta maaf ke Pemerintah karena telah membuat hal konyol di mata masyarakat.

“Saran gue minta maaf ke Pemerintah karena sudah melakukan hal konyol, elu segera panggil para pemilik suara untuk konsolidasi & elu cek internal elu, karena masukan mrk membuat elu terlihat konyol dimata masyarakat dan pemilik suara,” cetusnya. (dal/fin)