Warga Minta Sosialisasi Detail Teknis soal TPA

SUBANG-Rencana penutupanan TPA Panembong yang semula direnanakan pada awal Februari ini sepertinya dipastikan gagal. Terpantau Pasundan Ekspres beberapa mobil angkutan sampah masih beraktivitas membawa angkutan sampah menuju TPA Panembong.

Salah satu petugas pengangkut sampah, Eko Supriyana mengatakan, belum ada intruksi terkait pemindahan tersebut. “Belum, masih ke Panembong. Dari atasannya juga belum ada intruksi,” jelasnya.

Diduga rencana yang diungkapkan Bupati Subang beberapa waktu lalu itu gagal, karena hingga saat ini masih ada perbedaan persepsi, antara masyarakat Jalupang-Kalijati dan Pemda Subang. Hal tersebut membuat pemindahan TPA juga terkendala. Hal tersebut diakui Kepala Desa Jalupang, Adi Karta.

Menurutnya, Pemkab Subang sangatlah minim mensosialisasikannya. Baik untuk membahas mengenai dampak positif maupun negatifnya secara jelas, termasuk mindset masyarakat saat ini. Adanya TPS, masyarakat berpikir hanya akan membawa dampak buruk bagi lingkungan di mana mereka tinggal. “Mulai dari bau sampah hingga kebakaran,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, warga juga tidak puas karena sosialisasi yang dilakukan baru pertama kalinya itu, hanya dihadiri oleh Plh Kadis Dinas Lingkungan Hidup Rona Mairansyah dan Kepala BPBD Subang H.Hidayat, beserta jajarannya. Mereka menilai keduanya hanya ditugaskan, bukan yang memutuskan kebijakan. “Sebelum rencana pembangunan TPA ke Tenjolaut, Pemkab Subang segera mensosialisasikannya lagi. Dipimpin oleh Bupati atau minimal Wabup Subang langsung,” tegasnya.

Dia berharap, agar Pemda segera mengadakan sosialisasi lanjutan, untuk menyampaikan secara detail soal rencana teknis pembangunan TPA yang diganti menjadi Tempat Pengelolaan/Pemrosesan Akhir Sampah.

“Perlu disampakaikan juga dampak positif keberadaan TPA itu. Misalnya, sampah itu bisa memberikan nilai ekonomis bagi warga. Jadi bukan pembuangan sampah tapi pengelolaan atau pemrosesan sampah. Nah untuk rencana adanya teknologi yang membantu pemilahan sampah harus juga disosialisasikan. Bagaimana kesiapan SDM dan lainnya, meski memang hal tersebut sudah disampaikan dalam sosialisasi pertama secara singkat, namun perlu dijelaskan lebih detail tentang rencana-rencana tersebut,“ pungkasnya.(idr/vry)