Islamofobia Merenggut Nyawa Tak Berdosa

Islamofobia Merenggut Nyawa Tak Berdosa
0 Komentar

Dalam hadis lain Rasulullah saw. bersabda:

“Lenyapnya dunia lebih ringan bagi Allah, daripada terbunuhnya satu muslim.” (HR Tirmidzi)

Hadis di atas menggambarkan bahwa kejadian di Kanada atau kejadian-kejadian di belahan bumi lainnya yang menyebabkan terbunuhnya seorang muslim, harus memantik kesadaran kita. Betapa umat manusia tak terkecuali umat Islam Saat ini tengah berada dalam kungkungan peraturan hidup dan ideologi buatan manusia yang terbukti gagal dan menghancurkan. Kejadian tewasnya keluarga muslim di Kanada merupakan satu bukti nyata dari banyaknya peristiwa keji disebabkan ketakutan yang tidak mendasar pada Islam dan penganutnya.

Demokrasi kapitalisme merupakan aturan hidup yang membuat kerusakan di mana pun diterapkan. Sebab, ideologi ini adalah buatan manusia yang tentu sarat akan kepentingan, hawa nafsu dan ketidakadilan. Dikatakan bahwa Demokrasi menjunjung tinggi keragaman, kebebasan, plularisme, dan lainnya. Namun faktanya, narasi ini justru seolah tak berlaku bagi muslim. Begitu mudahnya seseorang menghilangkan nyawa atas dasar kebencian terhadap keragaman yang ada (perbedaan agama).

Baca Juga:Generasi Rusak, Akibat Pendidikan Seks yang KebablasanBlended Learning Pada Pembelajaran Geografi Fisik di Era Milenial: Sebuah Tantangan Bagi Guru

Tak salah, sungguh mutlak kita membutuhkan perubahan. Yakni perubahan yang menyeluruh dalam segala sendi kehidupan. Mengupayakan tegaknya sebuah sistem yang sahih yang akan menghantarkan manusia pada keadilan dan kebahagiaan.

Hanya dalam naungan sistem yang lahir dari Sang Maha Pencipta Allah Swt. yakni Islam. Sistem Illahiyah ini satu-satunya yang akan mampu menjaga setiap hak hidup manusia baik muslim maupun nonmuslim tanpa terkecuali dan memberikan perlindungan baik jiwa, raga, dan harta. Dimana jiwa merupakan salah satu hak milik manusia yang berharga. Oleh karena itu, kebutuhan akan tegaknya kepemimpinan Islam sebagai pelaksana syariat semakin mendesak dan harus terus diupayakan.

Syariat Islam tidak memandang manusia sebatas makhluk ekonomi dan sosial. Manusia dalam pandangan Islam sebagai makhluk yang mulia, yang setiap individunya memiliki hak dan kebutuhan. Karenanya, Islam hadir dan menetapkan hukum bagi setiap permasalahan yang melanda umat manusia dalam segala sendi kehidupannya. Dengan melandanya Islamofobia di berbagai tempat, nyawa manusia seolah tak ada harganya. Ketakutan terhadap Islam dijadikan dalih seolah menghilangkan nyawa adalah jalan pintas yang benar.

0 Komentar