2021 Dicanangkan Jadi Tonggak Kebangkitan Pangan di Jabar

EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES PELEPASAN EKSPOR: Gurbernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menghadiri pelepasan ekspor komoditas sayuran ke Singapura di Lembang, Rabu (11/11)

LEMBANG-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mencanangkan tahun 2021 sebagai tonggak kebangkitan ekonomi pangan. Salah satu upayanya adalah dengan meluncurkan program petani millenial.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, program petani milenial rencananya akan dilaunching Januari 2121. Pihaknya akan pinjamkan lahan hak guna usaha (HGU) yang sudah tidak terpakai kepada kaum millenial. “Menanam apanya nanti diberi ilmunya oleh forum eksportir. Hasilnya dibeli dengan harga yang baik di awal. Akhirnya, terjadi budaya baru bahwa anak muda tidak harus hijrah ke kota. Tinggal di desa tapi rezeki kota, bisnis mendunia. Itu tiga rumus Pemprov di 2021 dalam rangka membangun kebangkitan ekonomi pangan Jabar,” kata Gurbernur saat menghadiri pelepasan ekspor komoditas sayuran ke Singapura di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (11/11).

Emil, sapaan gubernur menuturkan, tanaman pangan saat ini belum optimal karena masih banyak tanah-tanah kosong yang tidak dimanfaatkan. Hal ini biasanya terjadi karena kurangnya pengetahuan pemilik lahan dalam menanam jenis tanaman hingga bingung dalam hal pemasarannya. “Salah satu tugas pemerintah yang saya titipkan kepada Kepala Dinas Holtikultura adalah membuat forum pembeli yang isinya orang-orang pengekspor yang sudah tahu bagaimana menjual dan sudah tahu apa yang laku. Setelah itu memperluas jaringannya sehingga terjadilah hubungan ekonomi yang sangat baik,” ujarnya.

Libatkan Milleniela Garap Lahan Pertanian

Walaupun pandemi tengah melanda, gubernur menyampaikan, bahwa ekspor dari Jawa Barat berada di urutan nomor 1 di Indonesia. Khusus ekspor bidang pangan hortikultura sepanjang tahun 2020 hingga bulan Oktober mencapai nilai Rp 3 triliun. “Ini memberikan optimisme. Dan hasil kajian positif, salah satunya adalah tanaman pangan, telekomunikasi dan lain-lain hanya lima sektor,” bebernya.

Dengan begitu, dia berharap, dengan upaya yang dilakukannya ini ekonomi Jawa Barat bisa lebih baik. Sebab, adanya pandemi mengajarkan semuanya agar mau beradaptasi. “Covid-19 ini mengajarkan barang siapa yang tidak mau beradaptasi, dia umurnya pendek. Tapi kalau mau berubah dan beradaptasi, insyallah bisnisnya dan eksistensi, institusinya umurnya panjang,” jelasnya.(eko/sep)