APBD Perubahan 2019 Naik hingga Rp 94,5 M

Penuhi Kebutuhan Tukin di 4 RSUD

PADALARANG-Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2019 Kabupaten Bandung Barat (KBB) sudah disahkan dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) KBB pada Jumat (27/9) lalu, sehingga sudah bisa direalisasikan.

Seperti diketahui, APBD Perubahan 2019 di KBB mengalami kenaikan hingga mencapai Rp 94,5 miliar dari APBD Murni 2019.

Ketua DPRD KBB, Rismanto mengatakan, APBD murni untuk tahun anggaran 2019 berjumlah Rp 3,200 triliun sedangkan untuk APBD Perubahan jumlahnya meningkat menjadi Rp 3,295 triliun.

“Jadi memang di (APBD) perubahan ini jumlahnya lebih besar, naik Rp 94,5 miliar,” katanya saat dihubungi melalui telepon, Rabu (23/10).

Adanya kenaikan jumlah rupiah di APBD Perubahan, diterangkan dia, dikarenakan untuk memenuhi kebutuhan tunjangan kinerja (Tukin) di empat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang ada di KBB, dan juga untuk ketersediaan anggaran Jamkesda, Jaspel Kesehatan, serta lainnya.

“Jumlahnya naik karena kami, baik legislatif (DPRD) maupun eksekutif (Pemda KBB) ingin memastikan ketersediaan anggaran,” ungkapnya.

Diakui Rismanto yang juga politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, pembahasan APBD Perubahan tidak memakan waktu lama. Mengingat selain khawatir tidak ada waktu lagi, pengesahan dilakukan karena mempertimbangkan kepentingan masyarakat dan juga kondisi defisit keuangan daerah.

“Kendala saat pembahasan relatif tidak ada. Karena (APBD Perubahan) ini sudah dibahas juga oleh DPRD sebelumnya (periode politik 2014-2019),” terangnya.

Defisit keuangan daerah pada APBD 2019, dibeberkan dia, disebabkan tidak seimbangnya antara pendapatan daerah dengan pengeluarannya. Pendapatan sebesar Rp 3,023 triliun sementara anggaran belanja mencapai Rp 3,295 triliun.

“Jadi di APBD murni itu ada defisit sebesar Rp 272 miliar. Nah itu, ditutup dengan Pembiayaan Daerah (Silpa) Rp 272 miliar melalui cara rasionalisasi anggaran sehingga menjadi balanced, tidak ada defisit,” tandasnya. (eko/sep)