Apmikinas Awasi Bantuan UMKM Terdampak Covid-19

Apmikinas

BANDUNG BARAT- Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Mikro Kecil Nasional ( APMIKINAS) Kabul Wartino, menyatakan APMIKINAS akan terus mengawal bantuan dari pemerintah untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terdampak adanya wabah Covid-19.

Kabul telah menginstruksikan kepada Ketua DPW dan DPD Apmikinas seluruh Indonesia untuk mendata anggota Apmikinas yang terdampak virus Corona ini.

“Kami telah instruksikan terhadap seluruh pengurus di tingkat kabupaten/kota dan provinsi di seluruh Indonesia, untuk terus mendata UMKM anggota Apmikinas yang terdampak Covid ini, jangan sampai pengusaha ultra mikro dan kecil  menjadi terpuruk gara-gara ini,”katanya saat dihubungi Pasundanekspres.co Sabtu (18/4).

Menurutnya pada situasi seperti ini, Asosiasi yang menaungi pengusaha ultra mikro dan kecil ini terus berkomunikasi dengan pemerintah agar dampak Covid-19 tidak terlalu melumpuhkan usaha kecil yang ada di Indonesia.

“Kami terus sinergi dengan pemerintah, bekerjasama dan bekerja sama sama karena memang ini sangat berdampak apalagi kepada industri kecil menengah. Oleh beberapa kementrian diantaranya dari kementrian koperasi UKM dan kementrian perdagangan serta perindustrian, kami diminta mendata anggota yang terdampak. Kami sangat prihatin. Bahwa kami usaha mikro usaha kecil  sangat terdampak,”paparnya.

Kami berharap, ada bantuan akses keuangan untuk penyegaran permodalan, dan atau stimulus modal sehingga usaha mikro usaha kecil dapat bertahan ditengah badai sekarang ini.

“Sebenarnya kami butuh pembiayaan modal untuk keberlangsungan usaha kami,”ucapnya.

Kabul menambahkan, saat ini pihaknya terus menampung data dari setiap DPW Apmikinas  untuk  program stimulus  (khususnya BLT bagi usaha mikro dan kecil) dan program-program stimulus lainnya dalam mengatasi dampak covid-19.

“Untuk memudahkan verifikasi dan usaha mikro dan kecil belum pernah mendapatkan bantuan lainnya agar tidak ada duplikasi penerima BLT, maka kami terus melakukan pendataan UMKM yang terdampak,”tukasnya. (eko/ded)