DBD Serang Warga Dalam Dua Minggu Terakhir

WABAH DBD: Salah satu keluarga Korban DBD, Ading Hidayat menunjukan sarang jentik nyamuk di kamar mandi milliknya. EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES

Korban Anak-anak hingga Dewasa

LEMBANG-Sebanyak 10 warga Kampung Tegal Mantri RT 3 RW 12 Desa/Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat (KBB) positif terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD). Wabah DBD itu, mulai menyerang warga sejak dua miggu terakhir.

Ketua RW setempat, A Suryana mengatakan, awalnya dirinya tak menyangka ada warga di wilayahnya terserang penyakit DBD. Warga yang terjangkit penyakit ini terdiri dari anak-anak sampai dewasa. “Baru kali ini ada kejadian DBD di wilayah saya, setelah ketahuan banyak warga terserang DBD, saya langsung laporkan kejadian ini kepada aparat desa dan kecamatan supaya segera ada tindakan,” katanya, Senin (4/3).

Bahkan, Suryana mengaku, dari 10 orang yang terserang DBD ini, lima orang di antaranya berasal dari satu rumah. Untuk mencegah penyebaran DBD, Suryana telah mengimbau warganya agar rutin membersihkan genangan air.”Saya enggak tahu mereka terserang DBD di mana, apakah di rumahnya atau saat bekerja. Yang pasti, sekarang warga kampung saya khawatir penyebaran penyakit ini,” ucapnya.

Dia menuturkan, mereka yang terserang DBD tinggal dalam satu gang. Setelah diberikan penanganan medis, kini warga yang masih di rawat di rumah sakit hanya tinggal berjumlah tiga orang.”Saya sudah mengajukan fogging, tapi sampai saat ini belum dilaksanakan. Baru ada petugas kecamatan dan Dinkes yang datang ke sini,” bebernya.

Seorang warga, Ading Hidayat mengaku, salah satu anaknya, Egi Nugraha, positif terserang DBD dan harus dirawat selama empat hari di RSUD Lembang. “Awalnya panas dingin, tiga hari kemudian muncul bintik-bintik di tangan. Saya lalu membawa Egi ke Puskesmas, pihak Puskesmas menyatakan Egi positif DBD dan harus dirujuk ke RSUD,” terang Ading.

Tidak hanya di Lembang, enam warga Desa Gudang Kahuripan juga dinyatakan positif terserang DBD. Setelah sempat dirawat dan telah dinyatakan sehat oleh pihak rumah sakit, sekarang semuanya sudah kembali ke rumahnya. “Setelah ada yang terserang, warga meminta kepada kami agar dilakukan fogging. Tetapi Puskesmas tidak bisa begitu saja memberikan fogging, ada aturannya,” ujar Kades Gudang Kahuripan, Agus Karyana.

Sebagai upaya pencegahan agar DBD tidak meluas, lanjut Agus, pihak desa sudah memberikan sosialisasi Pemberantasan Jentik Nyamuk (PSN). “Untuk pengasapan (fogging) harus atas kesepakatan warga, dan kami merasa fogging juga kurang efektif. Karena yang harus dilakukan adalah memberantas sarang nyamuknya,” jelasnya. (eko/sep)