Demokrat-PKS Dorong Pemda Realisasikan Program dan Janji Kampanye Pasangan AKUR

NGAMPRAH-Jajaran elite Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan silaturahmi kebangsaan ke kantor DPD PKS KBB, pada Selasa (15/6) malam. Rombongan DPC Partai Demokrat KBB dipimpin oleh Iwan Setiawan (ketua DPC) bersama sejumlah pengurus inti dan anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD KBB.

“Silaturahmi kebangsaan ini adalah tindak lanjut secara berjenjang, yang sebelumnya DPP Partai Demokrat telah melakukan silaturahmi kebangsaan ke kantor DPP PKS pada bulan April yang lalu. Kemudian DPD Partai Demokrat Jawa Barat pun telah melakukan hal yang sama awal bulan Juni yang lalu dan kini DPC Partai Demokrat KBB juga berkunjung ke kantor DPD PKS KBB,” kata Iwan Setiawan, Ketua DPC Demokrat KBB.

Kunjungan silaturahmi ini langsung di terima oleh ketua DPD PKS KBB, H. Nevi Hendri bersama sejumlah pejabat teras dan fraksi dari PKS serta dihadiri pula oleh Ketua DPRD KBB yang juga anggota Fraksi PKS, Rismanto.

Iwan mengungkapkan, silaturahmi ini selain untuk memperkokoh silaturahmi yang telah lama terjalin antara PKS dan Demokrat sebagai mitra strategis, juga membicarakan sejumlah isu penting lainnya untuk kemajuan KBB ke depan. “Kami juga berharap bisa melahirkan satu semangat untuk Jabar dan Nasional,” paparnya.

Menurut Iwan, dalam pertemuan ini ada beberapa poin yang dibicarakan. Di antaranya,
DPC Demokrat KBB dan DPD PKS KBB, senantiasa siap apabila ke depan menerima arahan dari DPP masing-masing untuk menjalin kerja sama yang lebih intens untuk kemajuan bangsa dan negara.

“Kami juga merasa prihatin atas kondisi KBB hari ini, yang sedang diuji dengan permasalahan hukum, kami berharap dan senantiasa berdoa agar permasalahan ini segera selesai dan jajaran pemerintah daerah segera “pulih” dan bangkit untuk bisa menunaikan tugas dan amanah masyarakat KBB. Kami memahami kondisi psikologis yang dirasakan oleh para pejabat pemeritah daearah, namun demikian kewajiban harus tetap dijalankan, dan kami percaya kita semua bisa melewatinya,” ungkapnya.

Selanjutnya, kata Iwan, sebagai partai pengusung pasangan AKUR akan mendorong pemerintah daerah untuk bisa merealisasikan program-program dan janji kampanye pasangan AKUR. “Insya Allah kami akan semaksimal mungkin dalam sisa masa jabatan yang kini di emban oleh Plt Bupati merealisasikan capaian program dengan mengacu kepada RPJMD yang telah kita tetapkan,” terangnya.

Selain itu, ujar Iwan, kedua partai ini juga akan melanjutkan konsolidasi partai koalisi bersama PAN dan Nasdem, untuk dapat bersama-sama mengawal dan memastikan jalannya sisa masa jabatan ini bisa dapat berjalan dengan baik dan lancar. “Dan yang terakhir partai demokrat akan melanjutkan silaturahmi 360 derajat dengan sahabat-sahabat partai lainya dan para tokoh dan elemen lainnya,” jelasnya.

Sementara, Ketua DPD PKS KBB, Nevi Hendri berharap dapat terus terjalin hubungan kerja sama yang baik dalam momentum politik ke depan. PKS dan Demokrat memiliki momen kebersamaan di KBB saat menjadi partai koalisi di Pilkada tahun 2008 dan 2013.

Nevi mengatakan, pertemuan dengan Demokrat ini sebagai rangkaian silaturahim, yang selain memperkenalkan pengurus baru PKS 2020 – 2025, juga membicarakan hal-hal strategis lainnya yang berkaitan dengan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat KBB. Bandung Barat akan memasuki ulang tahun ke-14 pada 19 Juni 2021, sudah sepantasnya Bandung Barat semakin baik pengelolaan pemerintahannya dan sejahtera masyarakatnya. “Tentunya harapan kami, kebersamaan yang sudah terjalin ,dapat terus dijalin dalam upaya berbagai momentum politik tidak hanya hari ini, tapi juga ke depannya” ujar Nevi.

Lebih lanjut Ketua Fraksi PKS DPRD KBB ini menuturkan, pentingnya menjaga nilai dan etika demokrasi yang sehat dalam berbangsa dan bernegara, sehingga dengan silaturahim ini dapat semakin menguatkan, untuk saling menghormati, menghargai perbedaan, mentaati norma hukum, komitmen dalam kesepakatan dan menjunjung tinggi etika kepantasan dan kepatutan di masyarakat.

“Kita ikut prihatin dengan kondisi pemerintahan KBB yang sudah terjadi dua kali, kepala daerah terlibat persoalan korupsi. Kita juga mendorong agenda penegakan hukum dan pemberantasan korupsi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa” kata Nevi.(rls/sep)