Ikatan Jurnalisme Televisi Indonesia Deklarasi Anti Hoax

Edwan Hadnansyah

Ikatan Jurnalisme Televisi Indonesia (IJTI) Sangkuriang menggelar deklarasi anti hoax bersama kalangan milenial di tengah suasana menjelang Pemilu 2019 di Alun-alun Kota Cimahi.

Acara dihadiri Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna, Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara, Komisioner KPU Cimahi dan Bandung Barat serta Panwaslu Cimahi dan Bandung Barat.

Ketua panitia, Bambang Hermawan mengungkapkan, acara deklarasi ini dimaksudkan agar generasi milenial bisa turut serta menangkal berita bohong atau hoax yang banyak beredar di media sosial (medsos).

“Melalui kegiatan ini, jurnalis dan milenial diharapkan menjadi solusi dari persoalan hoax, bukan sebaliknya, menjadi pelaku penyebar hoax,” kata Bambang seusai acara.

Menurutnya, di jaman modern saat ini, sangat sulit sekali masyarakat melepaskan diri dari medsos. Di sisi lain, medsos memiliki dampak positif maupun negatif. “Yang kita khawatirkan dan perlu ditangkal adalah sisi negatifnya, kemunculan berita hoax bisa datang secara tiba-tiba dan tersebar tanpa bisa dibendung,” ujarnya. Kemarin

Kapolres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana Suryanagara mengungkapkan deklarasi ini merupakan momentum penting bagi jurnalis dalam memerangi hoax dan mengajak milenial untuk terlibat mengampanyekan hal tersebut. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan tabayun.

“Bagaimana kita memerangi hoax, apa yang harus dilakukan. Menurut ajengan harus bertabayun, mencari kebenaran pada sumber terpercaya dan kepada ahlinya. Perangi hoax dan sebarkan benih benih kebaikan,” tuturnya.

Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna mengimbau masyarakat dan kaum milenial pintar dan bijak dalam memilah berita. Sebab, saat ini teknologi terus berkembang tanpa batas.

“Kita mesti bijak menggunakan medsos, lawan berita bohong dan menyesatkan di masyarakat. Serta terus tebar kebaikan,” ucapnya.

Sementara itu, di sela-sela acara, ditampilkan aksi teatrikal dari Teater Titic’s yang menggambarkan bagaimana kondisi di era milenial yang tidak bisa lepas dari medsos.

Acara deklarasi ditutup dengan pembubuhan cap lima jari di baliho putih oleh seluruh peserta yang hadir sebagai tanda dukungan melawan hoax. (eko/ded)