Jaspel RSUD Nunggak 10 Bulan

NUNGGAK: Jasa pelayanan (jaspel) BPJS bagi dokter spesialis, perawat serta karyawan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lembang belum dibayarkan selama 10 bulan. EKO SETIYONO/PASUNDAN EKSPRES

Jadi Hak Dokter, Perawat hingga Karyawan

BANDUNG BARAT-Jasa pelayanan (jaspel) BPJS bagi dokter spesialis, perawat serta karyawan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lembang, Kabupaten Bandung Barat, belum dibayarkan selama 10 bulan. Diperkirakan, tunggakan pembayaran jaspel ini nilainya mencapai miliaran rupiah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, Hernawan Widjaja mengungkapkan, uang jasa pelayanan yang belum dibayarkan terhadap para pegawai RSUD Lembang yang sempat dikeluhkan itu, ada dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA)
Hernawan menyarankan, setelah direktur RSUD dr Onni Habbi dinonaktifkan, Plt direktur RSUD untuk segera membuat rekening baru dan segera mengajukan dana jasa pelayanan yang belum dibayar.

“Kalo jasa pelayanan dianggarkan ya kan, jadi masih ada di DPA. RSUD tinggal mengajukan ya, tinggal mengajukan dokumen pencairan aja. Besarannya sih ga hapal. Yang jelas masih ada anggaran jasa pelayanan itu, di DPA kalo ngga salah Rp1,6 miliar kurang lebih lah. Itu untuk RSUD Lembang aja,” katanya, Kamis (6/12).

Sebelumnya, Humas RSUD Lembang, Heni Widiastuti mengatakan, selama 10 bulan para pegawai RSUD Lembang belum menerima jaspel yang menjadi hak para pegawai. “Kami harapkan bupati, dewan, instansi atau dinas terkait bisa mengusahakan supaya masalah ini cepat selesai,” ungkap Heni.

Menurut dia, setiap bulan, para tenaga medis yang terdiri dari tenaga dokter spesialis, perawat serta pegawai lainnya menerima tunjangan jaspel terhadap pasien yang besarnya bervariasi tergantung jabatan dan jumlah pasien yang ditanganinya.

“Kisaran besarannya berbeda-berbeda tergantung jumlah pasien masing-masing departemen. Kalau penyakit dalam, jaspelnya tinggi, soalnya dalam sehari bisa menangani sampai 150 pasien. Untuk kasus ekslusif, misal, dokter telinga hidung tenggorokan (THT) paling sekitar 20 pasien perhari,” bebernya.

Dijelaskan, terdapat 201 orang yang bekerja di RSUD Lembang yang sampai saat ini belum menerima jaspel kesehatan. Meski haknya belum dibayarkan, ia menyatakan, para dokter, perawat maupun pegawai telah berkomitmen akan tetap melayani masyarakat.

“Kami tetap bekerja, jalan terus. Sampai saat ini kami terus menunggu. Semoga, berharap uang keringat kami kembali, hak kami, siang malam kerja, dedikasi dalam melayani masyarakat terus ditunjukan,” ujarnya.

Dia mengatakan, masalah keterlambatan pembayaran jaspel ini sudah ditangani Inspektorat Bandung Barat. Namun menurutnya, masalah ini timbul karena korupsi yang dilakukan mantan Direktur RSUD Lembang, dr Onni Habie yang kini kasusnya tengah ditangani Polda Jabar.

“Selama 10 bulan, jaspel kita hilang. Tapi imbasnya cuma ke kita saja, hak para dokter spesial, perawat hingga tenaga cleaning servise hilang. Padahal mereka, termasuk saya sangat membutuhkannya,” tukasnya. (eko/din)