Kegigihan Totoh Menjadi Supplier Daging Ayam Potong, Nasehat Ibu jadi Kunci Sukses

Ayam Potong
SUKSES: H. Totoh Gunawan meninjau rumah potong ayam di Jayagiri Lembang. EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES

Mendengarkan nasehat seorang ibu kemudian diterapkan dalam kehidupan, telah mengantarkan Totoh Gunawan pemilik Rumah Ayam Potong pertama di Bandung Barat dan sukses menjadi supplier daging ayam potong di Jawa Barat.

Pria kelahiran 1965 ini, setelah mengalami Lika liku kehidupan di jalanan, dirinya mengalami perubahan setelah mendengarkan nasehat dari ibunya. Totoh Gunawan kepada Pasundan Ekspres memaparkan saat dirinya butuh nasehat untuk menjadi orang yang sukses, dia mendatangi Ibunya.

“Saat itu saya belum punya usaha yang fokus, saya melihat kaka saya saat itu udah sukses, kemudian saya tanya kepada ibu saya ‘Bu Kenapa si teteh berhasil, tapi saya enggak?,” ujar Totoh.

Baca Juga: Martabak Ningrat, Cita Rasa Pejabat, Harga Merakyat

Totoh mengungkapkan, ada tiga hal yang sampai saat ini diingat dan selalu diterapkan dalam kehidupannya, sehingga dirinya merasakan ada perubahan dalam kehidupannya. “Ibu saya berkata ada tiga hal yang biasa membuatkamu sukses. Jangan pernah punya utang kalau tidak ada hubungan kerja, hak orang lain harus di dahulukan dan janji harus ditepati,” paparnya.

Pada tahun 2000, Totoh Gunawan memulai usaha ayam potong di Pasar Panorama Lembang, setelah diberi peluang usaha oleh salah seorang saudaranya.
Dengan kegigihan dan kerja kerasnya, usaha yang dirintisnya, dimulai sebagai pedagang daging ayam potong, dimulai dari 100 kg kini telah memiliki Rumah Potong Ayam (RPA) tradisional sendiri.

Pertama usaha hanya untung Rp50.000

Totoh mengatakan, saat ini dirinya memiliki 7 (tujuh) RPA tradisional, dalam satu hari dapat memotong ayam 30 ton dan Ayamnya dipasarkan di Bandung Barat.
Sementara saat pertama memulai usahanya, Totoh hanya mendapat keuntungan Rp50.000 dari hasil penjualan 100 kg. “Awal jualan daging ayam potong saya hanya menjual 100 kg. Pertama mendapat untung Rp50.000, itu bersihnya,” ujarnya.

Namun, saat ini Totoh telah menjadi suplayer para pedagang daging ayam di Bandung Barat, salah satunya suplayer di Pasar Panorama Lembang.
Dibalik keberhasilannya itu, selain menjalankan nasehat dari orang tuanya, Totoh dalam menjaga bisnisnya agar tetap berjalan, selalu mengutamakan kualitas daging ayam sebagai prodak unggulannya.

Selain itu, dalam usahanya yang dinaungi perusahaan CV Bintang Pamungkas, Totoh sebagai Komisaris, selalu menjaga hubungan baik dengan seluruh karyawannya. Lebih mengedepankan kekeluargaan namun profesional dalam bekerja.

Dia mengakui, keberhasilannya juga menerapkan tiga konsep kecerdasan yaitu Intelligence Quotient (IQ), Spiritual Quotient (SQ) dan Emosional Quotient (EQ), serta selalu bersyukur atas raihan dan capaian yang telah dicapainya.

“Saya selalu melihat peluang, tetapi kita jangan lupa bersyukur kepada Allah SWT, apa yang kita dapat dan kita capai ada bagian untuk orang yang ber haknya,” bebernya.(eko/vry)