Pengunjung Wisata di Lembang Rapid Test Secara Acak

EKO SETIONO/PASUNDAN EKSPRES RAPID TEST: Pengunjung Floating Market dilakukan rapid tes secara acak sebagai pelaksanaan protokol kesehatan.

BANDUNG-Pengunjung yang masuk ke objek wisata Lembang Park and Zoo di wilayah Parongpong Lembang Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada libur panjang kali ini tidak terlalu padat. Meski sudah diperbolehkan menerima wisatawan hingga 50 persen dari total kapasitas. Namun di masa pandemi Covid-19 ini, masih banyak masyarakat yang menahan diri untuk berwisata.

“Pengunjung per hari rata-rata antara 3.000 sampak 3.500 orang. Padahal, kita dibolehkan menerima pengunjung 50 persen, dari total kapasitas tempat atau sekitar 5.000 pengunjung,” terang Manager Operasional Lembang Park and Zoo Iwan, Susanto, kemarin.

Pihaknya memberlakukan sistem buka tutup di gerbang masuk. Ketika di dalam kawasan sudah penuh, maka pengunjung yang akan masuk ditahan terlebih dahulu. Akan tetapi selama libur panjang dan pandemi Covid-19 ini kondisi seperti itu belum pernah terjadi.

Mengantisipasi kondisi cuaca yang seringkali turun hujan, pihaknya telah menyiapkan banyak shelter dan pepohonan rindang yang selain untuk estetika juga sebagai pelindung dan tempat berteduh dari terik matahari. Termasuk keberadaan resto dan tempat ibadah yang bisa untuk beristirahat.

Libur Panjang, Wisatawan di Bawah 50 Persen

“Protokol kesehatan yang utama diterapkan. Di pintu masuk antri berjarak 1 meter per orang dan di lapangan ada imbauan juga agar setiap pengunjung wajib pakai masker,” tuturnya.

Disinggung soal pelaksanaan rapid test oleh Dinas Kesehatan KBB. Para pengunjung cukup antusias mengikuti rapid test yang diikuti oleh ratusan pengunjung. Hal itu juga untuk keamanan bagi mereka karena kondisi kesehatannya jadi terpantau. “Rapid test gratis dan sukarela, tapi pengunjung antusias. Itu bagus untuk keamanan di tempat wisata,” ucapnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat(KBB) selama libur panjang terus melakukan rapid test secara acak di beberapa objek wisata di Lembang.

Kepala Seksi (Kasi) Surveilans dan Imunisasi Bidang P2P Dinkes KBB Muhamad Zauhari mengatakan, pihaknya akan terus melakukan rapid test acak hingga Minggu (1/11). Sasarannya tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatawan dari luar daerah.

“Rapid test ini sebagai antisipasi munculnya kasus baru dari cluster wisata. Dilakukan secara acak, gratis, dan atas kesadaran pengunjung,” kata Muhamad Zauhari ditemui di sela rapid test di Lembang.

Dia mengemukakan, kali ini Dinkes KBB melakukan rapid test di dua tempat wisata berbeda. Di satu lokasi, dinkes menyiapkan total 100-200 alat rapid test. Hasilnya, dua wisatawan berdasarkan rapid test ternyata reaktif.

Ahmad Zauhari menuturkan, untuk penanganan selanjutnya, mereka akan diserahkan ke dinas kesehatan daerah asal terkait pemantauan lebih lanjut. Ini sebagai antisipasi jika berdasarkan swab test yang bersangkutan terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga untuk melakukan trakingnya jadi lebih mudah. “Kami langsung komunikasikan ke dinas kesehatan setempat. Datanya kan sudah tercatat,” tutur Muhamad Zauhari.

Pengunjung Terbanyak Selama Covid-19

Kunjungan wisatawan ke Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu selama libur panjang akhir pekan ini, mengalami kenaikan jika dibandingkan kondisi normal. Meski kondisi cuaca sering diwarnai hujan, namun tidak menyurutkan wisatawan dari luar daerah untuk berkunjung ke objek wisata yang kesohor dengan legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi ini.

“Secara akumulasi pengunjung ada kenaikan dari sejak libur panjang hari pertama sampai sekarang sekitar 10-15 persen,” kata Direktur Operasional PT Graha Rani Putra Persada (GRPP) selaku pengelola TWA Gunung Tangkuban Parahu, Ruslan, Minggu (1/11).

Menurutnya, angka tersebut berdasarkan jumlah akumulasi kunjungan sejak hari Rabu – Jumat 28-30 Oktober 2020. Total kunjungan paling besar terjadi Kamis 29 Oktober 2020, dengan jumlah mencapai 3.000 pengunjung.

Angka kunjungan itu merupakan yang tertinggi setelah Indonesia dilanda pandemi Covid-19 sejak Maret 2020. Tren positif kunjungan ini, kata Ruslan, sangat membantu perekonomian masyarakat sekitar Tangkuban Parahu yang menggantungkan hidup dari berdagang souvenir dan makanan. “Total ada lebih dari 1.000 pedagang di tempat ini, kalau pengunjung banyak mereka tentu akan senang juga,” kata dia.

Disinggung soal penerapan protokol kesehatan (prokes), pihaknya menerapkan standar sangat ketat. Itu diawali dengan seluruh karyawan, petugas tiket, security, hingga pedagang yang semua harus memakai masker. Karyawan atau pengunjung yang suhu tubuhnya di atas 37,2 tidak diperkenankan masuk.

“Baik karyawan dan pengunjung ke Tangkuban Parahu wajib pakai masker, tidak berkerumun, dan dicek suhu tubuh. Ini supaya semua aman dan sesuai standar prokes yang dianjurkan pemerintah,” tuturnya.(eko/vry)